🢭 Siagaonline.com ⮞ Siaga Sumut
Tim Ekspedisi Patriot IPB Dorong Nelayan Kembangkan Budidaya BBL dan Ekosistem Bisnis Lobster di Selaut
Siaga Sumut | Selasa, 25 Agustus 2026 20:14:57 WIB
Baca juga:
 
  • Tim Ekspedisi Patriot IPB Dorong Nelayan Kembangkan Budidaya BBL dan Ekosistem Bisnis Lobster di Selaut
  •  

    ‎Siagaonline.com, Simeulue — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University mendorong masyarakat dan nelayan di sekitar kawasan transmigrasi Selaut, Kabupaten Simeulue, Aceh, mengembangkan budidaya benih bening lobster (BBL).

    ‎Program yang dilakukan di Desa Lafakha, Kecamatan Alafan, Minggu (23/8/2026), tersebut tidak sekadar diarahkan sebagai proyek percontohan (prototype). Tim IPB University menargetkan pengembangan budidaya BBL menjadi pintu masuk terbentuknya ekosistem bisnis lobster berbasis masyarakat, mulai dari pemeliharaan hingga pemasaran.

    ‎Tim Ekspedisi Patriot IPB University dipimpin Dr. Irzal Effendi, dengan anggota Fina Tanjung, S.Pi., Dhara Devona, S.Pi., Yesi Limbong, S.Pi., Okto Ijen, S.Pi., M.Si., dan Berli Adam Sah, S.Tr.Pi.

    ‎Pengembangan budidaya BBL merupakan tindak lanjut kajian dan pemetaan potensi perikanan yang dilakukan TEP IPB University di kawasan transmigrasi Selaut dan wilayah pesisir Simeulue. Kajian tersebut kemudian diarahkan menjadi riset aksi berskala usaha tani (farming research), sehingga teknologi yang dikembangkan dapat diuji langsung dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat.

    ‎*Mengubah Potensi BBL Menjadi Nilai Tambah*

    ‎Simeulue memiliki potensi sumber daya lobster yang besar. Namun, nelayan masih menghadapi sejumlah persoalan dalam mengembangkan komoditas tersebut, antara lain keterbatasan wadah budidaya, transportasi antarpulau, serta kemampuan mempertahankan BBL setelah diperoleh.
    ‎Seorang nelayan menyampaikan, BBL relatif sulit diperoleh. Namun, ketika berhasil mendapatkan dalam jumlah tertentu, peluang untuk mengusahakannya sebenarnya cukup terbuka.

    ‎Persoalan muncul ketika BBL harus dibawa ke rumah. Tanpa wadah dan pengelolaan kualitas air yang tepat, lobster berisiko mati dalam perjalanan maupun selama masa pemeliharaan. Kondisi itu mendorong TEP IPB University mengembangkan sistem pemeliharaan yang lebih dekat dengan sumber BBL, salah satunya di sekitar Pulau Lekon. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengurangi kebutuhan membawa lobster sekaligus air laut dalam jarak yang jauh.

    ‎*Teknologi Sederhana, Disesuaikan dengan Kondisi Masyarakat*

    ‎Ketua TEP IPB University, Dr. Irzal Effendi, mengatakan budidaya BBL tidak selalu membutuhkan teknologi yang kompleks.
    ‎“Kalau tidak ada listrik, air laut bisa digunakan dan dialirkan ke dalam ember. Ada ember berisi air laut yang ditempatkan lebih tinggi untuk kemudian dialirkan ke ember yang berada lebih rendah,” ujar Irzal.
    ‎Menurut dia, sistem sederhana tersebut memanfaatkan aliran air secara gravitasi sehingga dapat menjadi alternatif pemeliharaan skala rumah tangga, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan listrik.

    ‎Sementara itu, anggota TEP IPB University, Fina Tanjung, S.Pi., mengatakan budidaya BBL di sekitar Pulau Lekon dapat dikembangkan dengan sejumlah pendekatan yang menyesuaikan kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat.
    ‎“Budidaya lobster bisa dilakukan di sekitar Pulau Lekon dengan menyesuaikan kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat,” kata Fina.

    ‎Ia menjelaskan, budidaya BBL tidak hanya dapat dilakukan menggunakan Recirculating Aquaculture System (RAS) di darat, tetapi juga melalui keramba jaring tenggelam (KJT) di laut. Menurut Fina, penggunaan KJT dapat menjadi pilihan karena kondisi perairan mendukung, sementara sebagian masyarakat setempat telah memiliki keterampilan melakukan aktivitas penyelaman.

    ‎*Dari BBL Menuju Ukuran Juvenil*

    ‎TEP IPB University mendorong agar BBL tidak berhenti sebagai komoditas awal. Benih yang diperoleh secara sesuai ketentuan diharapkan dapat dipelihara dan didederkan hingga mencapai ukuran juvenil. Langkah tersebut dinilai berpotensi meningkatkan nilai ekonomi yang diterima masyarakat dibandingkan jika BBL hanya diperjualbelikan pada tahap awal.

    Irzal mengatakan pengembangan budidaya tersebut diarahkan untuk menciptakan peluang pendapatan baru bagi masyarakat melalui pemeliharaan lobster.

    ‎“Kami mencoba menciptakan nilai ekonomi melalui produksi lobster hingga ukuran juvenil. Dengan pemeliharaan sekitar dua bulan, masyarakat sudah memiliki peluang mendapatkan nilai ekonomi,” ujarnya.

    ‎Dalam skema tersebut, BBL dipelihara dengan teknologi yang sesuai, kualitas air dikelola secara terukur, kemudian didederkan hingga ukuran juvenil sebelum masuk ke rantai pemasaran.

    ‎*Tak Ingin Berhenti di Prototype*

    ‎Fina menegaskan, Ekspedisi Patriot tidak ingin program budidaya BBL hanya berhenti sebagai kegiatan percontohan.
    ‎“Ekspedisi Patriot tidak ingin program ini hanya dilakukan dalam skala prototype. Kami ingin membangun ekosistem bisnis yang utuh, mulai dari bagaimana BBL dipelihara, didederkan hingga ukuran juvenil, kemudian bagaimana hasil produksinya memiliki akses dan kepastian pasar,” kata Fina.

    ‎Menurutnya, keberhasilan program tidak semata-mata ditentukan oleh tersedianya fasilitas budidaya. Faktor masyarakat, teknologi, kelembagaan, logistik hingga akses pasar juga menjadi bagian penting dari ekosistem yang hendak dibangun.

    ‎“Yang kami bangun bukan hanya wadah budidayanya. Kami ingin ada masyarakat yang melakukan produksi, ada pendampingan teknologi, ada kelembagaan yang mengelola usaha, dan ada pihak yang menyerap hasil produksi sampai ke pasar,” ujarnya.

    ‎Konsep tersebut sekaligus menghubungkan potensi wilayah pesisir dengan kawasan transmigrasi Selaut. Kawasan transmigrasi tidak hanya dipandang sebagai wilayah permukiman dan pertanian, tetapi juga berpeluang menjadi bagian dari rantai ekonomi kelautan dan perikanan. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan BBL di Simeulue diharapkan berkembang dari sekadar aktivitas budidaya menjadi ekosistem bisnis lobster berbasis masyarakat. Rantai usaha itu mencakup pemeliharaan, pendederan, penyediaan sarana produksi, tenaga kerja, logistik hingga pemasaran.

    Bagi TEP IPB University, tujuan akhirnya bukan sekadar membangun unit budidaya. Program tersebut diharapkan melahirkan model usaha yang mampu berjalan secara mandiri dan berkembang setelah pendampingan berakhir. Jika model tersebut berhasil diterapkan, potensi lobster Simeulue tidak hanya menjadi sumber daya alam yang dipanen, tetapi dapat diolah menjadi sumber nilai tambah dan penggerak ekonomi baru bagi masyarakat kawasan transmigrasi Selaut serta wilayah pesisir di sekitarnya," Imbuhnya. (HRD)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
    Silakan SMS/WatsApp ke:
    0852-6599-9456
    Via E-mail:
    [email protected] / [email protected]
    (Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Tim Ekspedisi Patriot IPB Dorong Nelayan Kembangkan Budidaya BBL dan Ekosistem Bisnis Lobster di Selaut
  • Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara, Polres Rohul Turun Bagikan Masker
  • Antisipasi Kabut Asap, Disdikpora Rohul Alihkan Pembelajaran Ke Daring
  • Aipda Joni, Polisi di Aceh yang Menyisihkan Gaji untuk Membangun 4 Rumah dan Rehab 3 Rumah Warga Miskin
  • Wabup Bintan, Deby Maryanti Apresiasi Pembangunan Sumur Bor Sucofindo untuk Masyarakat Toapaya
  •  
    Komentar Anda :

     
    Berita Terkini Indeks
    #1 Tim Ekspedisi Patriot IPB Dorong Nelayan Kembangkan Budidaya BBL dan Ekosistem Bisnis Lobster di Selaut
    #2 Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara, Polres Rohul Turun Bagikan Masker
    #3 Antisipasi Kabut Asap, Disdikpora Rohul Alihkan Pembelajaran Ke Daring
    #4 Aipda Joni, Polisi di Aceh yang Menyisihkan Gaji untuk Membangun 4 Rumah dan Rehab 3 Rumah Warga Miskin
    #5 Wabup Bintan, Deby Maryanti Apresiasi Pembangunan Sumur Bor Sucofindo untuk Masyarakat Toapaya
    #6 BLT Dana Desa Teluk Limo Disalurkan, Warga Antusias Terima Bantuan Enam Bulan
    #7 Shalat Istisqa di Griya Agung, Herman Deru Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong dan Doa Hadapi Kemarau
    #8 PSI Muara Enim Batalkan Usulan Gelar Meraje untuk Jokowi
    #9 Herman Deru Pastikan Penanganan Karhutla Sumsel Terus Diperkuat, Presiden Prabowo Dukung Tambahan Armada dan Peralatan
    #10 Lahan PT MHP Terbakar Polsek Gunung Megang Cek Titik Panas Hotspot BRIN
     

    Siagaonline.com adalah media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Selengkapnya

     
    Quick Links
     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     
    Kanal
     
    + Nasional
    + Daerah
    + Kota
    + Internasional
    + Politik
    + Ekonomi
    + Hukrim
    + Olahraga
    + Indeks
     

    Alamat Redaksi/TU

     
    Jalan Sekuntum No.26 Kelurahan Sialang Sakti, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru-Riau 28285
    Telpon: 0852-6599-8456
    Website:
    www.siagaonline.com
     
    Copyright © 2025 Siagaonline.com, all rights reserved