Dari Tepian Narosa ke Mata Dunia, Pacu Jalur 2026 Siap Digelar; Plt Bupati Ajak Masyarakat Jaga Marwah Warisan Budaya Kuansing.
Kuantan Singingi | Sabtu, 08 Agustus 2026 10:53:15 WIB
Siagaonline.com, Kuansing–Gemuruh kayuuah kembali akan menggema dari Tepian Narosa, Teluk Kuantan. Festival Pacu Jalur Tradisional 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19–23 Agustus 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Festival budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Kuansing tersebut kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 dan diproyeksikan menjadi salah satu magnet wisata budaya di Indonesia.
Bukan sekadar perlombaan jalur, Pacu Jalur telah tumbuh menjadi simbol kebanggaan, persatuan, gotong royong, dan identitas masyarakat Kuantan Singingi. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini terus dipertahankan sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas, hingga menjadi daya tarik budaya yang semakin mendapat perhatian wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kuantan Singingi, H. Mukhlisin, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menyukseskan Festival Pacu Jalur Tradisional 2026. Ia juga mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar momentum festival tidak hanya dimanfaatkan untuk meriah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menjaga marwah dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Pacu Jalur.
“Mari sukseskan Pacu Jalur sebagai kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi. Kedepankan sportivitas, keamanan, dan kenyamanan masyarakat,” ujar H. Mukhlisin.
Menurut Mukhlisin, Pacu Jalur merupakan warisan budaya yang memiliki nilai jauh lebih besar daripada sebuah pertandingan. Di dalamnya terdapat semangat kebersamaan, kerja keras, kekompakan, sportivitas, serta rasa memiliki terhadap tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kuantan Singingi.
“Pacu Jalur adalah kebanggaan kita bersama. Mari kita jaga tradisinya, kita lestarikan nilai budayanya, dan kita tunjukkan kepada seluruh tamu yang datang bahwa Kuantan Singingi memiliki kekayaan budaya yang patut dibanggakan,” katanya.
Semangat tersebut kemudian ditutup dengan salam khas yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari suasana arena pacuan.
“Salam Kayuuah... Kayuuah... Kayuuah... Kayuaah!”
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :