Siagaonline.com, Tanjungpinang - Hasyim (68) warga pulau ngenang kota Batam adalah salah satu korban dari tabrakan kapal Feri Kepri 6 yang terjadi pada tahun 2018 silam.
Akibat dari kejadian tersebut hingga kini Hasyim, tidak mampu bekerja lagi melaut untuk menghidupi keluarga nya dirumah, hanya bisa mengandalkan pemberian dari anaknya.
Dari ungkapan Hasyim (korban)saat ditemui awak media ini Kamis(22/9/22), mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 Wib, tahun 2018 silam.
Saat itu kapalnya lagi berlayar dari daerah depan' Telok nipah pelabuhan punggur kecamatan Nongsa kota Batam, kemudian sebuah kapal feri Kepri 6 yang datang dari samping menabrak kapalnya.
Akibat nya kapal yang di nakhodainya pecah dan sekita itu juga kapalnya tenggelam, dan dalam keadaan tidak sadar dirinya dilarikan ke rumah sakit yang terdekat daerah- Telok bakau kabupaten Bintan.
"Setelah sehari dirawat dirumah sakit tersebut,Hasyim dilarikan lagi ke rumah sakit Budi kemuliaan kota Batam,selama 22 hari," jelasnya.
Kaki sebelah kanan dan kiri patah,dan luka robek yang ada di perutnya bekas dioperasi, karena ada kebocoran usus dan terpaksa dipotong hal ini akibat hantaman kapal feri Kepri 6, kata Hasyim.
Menurut Hasyim, sejak dirinya dirawat dirumah sakit tidak ada bantuan yang datang dari pihak pemerintah provinsi.dan setelah dirinya keluar dari rumah sakit, saat itulah ada seorang yang mengaku dari pihak pemerintah provinsi menemui keluarganya.
Hasyim mengatakan Iwan mengaku sebagai kapten kapal feri Kepri 6 lalu memberikan uang sebesar Rp 1 juta kepada keluarganya.iwan juga mengaku sebagai suruhan dari pak Martin Luther yang berkerja di Pemprov Kepri Dompak, ujar Hasyim.
Kemudian, ada lagi bantuan yang diberikan uang sebesar Rp 5 juta ditambah bantuan kapal ketiting dua unit, tandasnya.
Menurut Hasyim, bantuan tersebut yang diterima tidak setimpal dengan kerugian yang selama ini dideritainya.karena selama waktu dalam perawatan dianya tidak bisa berkerja , untuk menopang keluarga nya.kemudian kapal yang diberikan tersebut Tidak sesuai dengan kapal yang di miliki nya bermuatan 20 Ton yang dibeli seharga Rp 150 juta dan setiap tripnya berpenghasilan sekitar Rp 20 juta ditambah lagi akibat kejadian tersebut tubuhnya kini alami cacat, kata Hasyim .
Hasyim berharap kepada pihak Pemerintah provinsi ,agar bertanggung jawab lagi atas kerugian yang dialami selama ini dan berharaf Kapal yang yang dimiliki tempo hari bisa didapatkan nya lagi sebagai pengganti nya.
Salah satu tokoh masyarakat Buton Syamsuddin kumis dalam hal ini Angkat bicara .
Syamsuddin menegaskan, sebaiknya pemerintah provinsi lebih bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi selama ini yang menimpa pak Hasyim.
Yangmana, bantuan yang diterima selama ini dari pihak pemerintah provinsi Kepri sudah tidak sesuai dengan apa yang telah diderita oleh pak Hasyim.
"Masa iya,hanya dibantu segitu," ujar Syamsuddin.
Anehnya, kapal yang diberikan oleh pemerintah provinsi kepada Hasyim sebanyak dua unit sepertinya kapal bantuan untuk para nelayan. Hal ini perlu dipertanyakan, pungkas Syamsuddin.(Mzen)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :