Desa Sumur, Penutup Kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Desa Tahun 2024
Siaga Lampung | Kamis, 04 Juli 2024 19:30:33 WIB
|
| Teks foto: Kepala Desa Sumur I Nyoman Prima Wijaya saat memberikan sambutan pada acara kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Desa tahun 2024 bersama TPPS Kecamatan Ketapang, sekaligus penutupan rangkaian kegiatan tersebut di wilayah Kecamatan Ketapang, Ka |
SiagaOnline.com, Lamsel - Desa Sumur menjadi penutup, kegiatan rembuk stunting tingkat desa di wilayah Kecamatan Ketapang yang telah berlangsung sejak tanggal 24 Juni di 16 desa. Dan pada Kamis, ( 4/7/2024) desa ke-17 giliran desa Sumur.
Rembuk Stunting atau bermusyawarah dilaksanakan untuk merumuskan, merancang dan mendiskusikan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk penanganan stunting yang ada di Desa Sumur.
Mulai dari persiapan pernikahan bagi calon pengantin, perawatan asupan gizi ibu hamil dan ibu menyusui, serta asupan kepada balita yang sesuai dengan gizi seimbang.
Dengan adanya rembuk stunting ini, Pemerintah Desa Sumur berharap dapat terus menekan stunting dan menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Dan Pemerintah Desa Sumur berkomitmen dan mengharapkan kerjasama dengan seluruh stakeholder dan elemen masyarakat untuk terus mengatasi tantangan kesehatan yang bersiklus dari generasi ke generasi berikutnya.
"Di momen rembuk stunting ini, saya harapkan peran aktif kita bersama, baik orang tua bisa berkoordinasi dengan tenaga kesehatan, bagaimana pencegahan sejak dini agar generasinya tidak terkena stunting. Supaya generasi penerus kita ini bisa sehat, cerdas, unggul dan berprestasi. Khususnya di Desa Sumur,"
harap Kades I Nyoman Prima Wijaya dalam penyampaiannya di kegiatan rembuk stunting di kantor desa setempat, Kamis (4/7/2024) sore.
Sambung, kata Kades I Nyoman Prima Wijaya mengatakan berkat upaya dan ikhtiar bersama sehingga angka stunting ada penurunan. Umumnya di Kabupaten Lampung Selatan. Sehingga Bupati Nanang Ermanto dan Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni terima anugerah tanda kehormatan Satyalancana Wira karya dari Presiden RI Joko Widodo pada puncak peringatan Harganas ke-31 di Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (29/6).
"Untuk menuntaskan kasus stunting saya selaku kepala desa menghimbau jika ada balita yang diduga beresiko stunting supaya orang tua dari anak tersebut, segera berkoordinasi dengan kader posyandu dan Bidan Desa Sumur. Jangan malu-malu, sebelum terlambat penanganannya. Sehingga bisa pulih dan kembali normal," himbaunya.
Kesimpulan dari diskusi rembuk stunting di Desa Sumur, para kader posyandu dan bidan desa meminta agar Pemerintah Desa Sumur untuk mengaktifkan kembali posyandu remaja dan menambah anggaran untuk PMT Balita dan PMT ibu hamil serta obat-obatan. Karena data sekunder bulan Juli tahun 2024 ibu hamil ada 38 orang, Bumil KEK ada sekitar 5 orang. Dan stunting ada 4 balita.
Hadir pada kegiatan rembuk stunting tersebut, Camat Ketapang, Rendy Eko Supriyanto, S.STP yang diwakili oleh Kasi Kesos Sri Mahendra, Kepala Desa Sumur I Nyoman Prima Wijaya, Korluh Dalduk dan KB, Kader Posyandu, TP-PKK, Kader KPM, PLD, Bidan Desa, BPD, UPTD Puskesmas Ketapang serta aparatur Desa Sumur. (Yan)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :