Siagaonline.com, Batam Kepri — Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., mengikuti konferensi pers pemusnahan barang bukti ketamin sebanyak kurang lebih 1,3 ton hasil pengungkapan operasi gabungan terhadap kapal MV Kingsan di wilayah perairan Kepulauan Riau. Kegiatan yang berlangsung di Makodaeral IV Batam tersebut menjadi bagian dari upaya bersama TNI, Polri, BNN, Bea dan Cukai, unsur intelijen, serta kementerian/lembaga terkait dalam mencegah wilayah Indonesia dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan barang berbahaya. Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Menkopolkam RI Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Mendagri RI Muhammad Tito Karnavian, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, Ketua Komisi I DPR RI Drs. Utut Adianto Wahyuwidayat, M.A., Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Waka BIN RI., Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari, Pangkoarmada RI Laksdya TNI Dr. Denih Hendrata, Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono, Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., Waka BAIS TNI Mayjen TNI Bosco Haryo Yunanto, Wajagung RI Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.Hum., Kepala BPOM RI, Dirjen Bea dan Cukai Letnan Jenderal TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, S.Sos., Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., Pangdam I/BB, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, Dankodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla., Danrem 033/WP Brigjen TNI Bambang Herqutanto, Kepala BNN Kepri Brigjen Pol. Hanny Hidayat, S.I.K., M.H., Kakanwil Ditjen Imigrasi Kepri Guntur Sahat Hamonangan, Wali Kota Batam Amsakar Achmad, serta unsur Forkopimda Provinsi Kepri dan Kota Batam.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta pemutaran video penindakan terhadap kapal yang menjadi objek pengungkapan. Dalam sambutannya, Dankodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dan menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi, pertukaran informasi, kemampuan intelijen, serta kerja sama lintas lembaga dalam menghadapi kejahatan transnasional yang memanfaatkan jalur laut.
Dikesempatan yang sama, Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap sampel, barang bukti tersebut diketahui merupakan ketamin. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan ketentuan yang berlaku saat ini, ketamin belum termasuk dalam golongan narkotika sebagaimana diatur dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Meskipun demikian, perkembangan penyalahgunaan ketamin tetap menjadi perhatian serius karena zat tersebut dapat disalahgunakan dan berpotensi membahayakan masyarakat. Penanganan perkara selanjutnya akan disesuaikan dengan ketentuan hukum dan kewenangan masing-masing aparat penegak hukum.
Sementara itu, Menkopolkam RI Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja bersama dan tidak dapat diklaim sebagai keberhasilan satu institusi. Sinergi TNI, Polri, BNN, Bea dan Cukai, unsur intelijen, pemerintah daerah dan seluruh komponen bangsa dinilai menjadi kunci dalam mendeteksi, menghentikan dan membongkar jalur penyelundupan lintas negara. Pemerintah juga menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh menjadi tempat transit, penyimpanan maupun pasar bagi jaringan narkotika dan kejahatan transnasional lainnya.
Lebih lanjut, pada kesempatan yang sama, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin menegaskan bahwa pengungkapan hampir 1,3 ton ketamin tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antarlembaga dalam menjaga wilayah Kepulauan Riau dari ancaman penyelundupan lintas negara. Keberhasilan operasi tidak hanya dilihat dari jumlah barang bukti yang berhasil diamankan, tetapi juga dari besarnya potensi ancaman terhadap masyarakat dan generasi muda yang berhasil dicegah.
“Keberhasilan ini merupakan bukti nyata sinergi dan kolaborasi seluruh unsur dalam menghadapi kejahatan lintas negara. Polda Kepri akan terus memperkuat koordinasi dengan TNI, BNN, Bea dan Cukai, unsur intelijen, Bakamla dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan deteksi dini, pengawasan wilayah perairan serta penegakan hukum secara profesional dan terpadu,” tegas Kapolda Kepri.
Kapolda Kepri juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah Kepulauan Riau dan mencegah berkembangnya jaringan penyelundupan barang berbahaya. Posisi strategis Kepri sebagai wilayah perbatasan dan jalur pelayaran internasional harus diimbangi dengan pengawasan yang kuat dan berkelanjutan agar tidak dimanfaatkan oleh jaringan kejahatan transnasional.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti secara simbolis menggunakan _mobile incinerator_ BNN RI dan penandatanganan berita acara pemusnahan barang bukti.
Pengungkapan ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh kementerian/lembaga dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia. Negara memastikan akan terus mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan, meningkatkan pengawasan jalur laut, serta melindungi masyarakat dan generasi muda dari ancaman narkotika maupun zat berbahaya lainnya. Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana melalui layanan Polisi 110. (R/Zubaidah)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :