UNP Himpun Gagasan Akademisi, Perkuat Strategi Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera Barat
Daerah | Kamis, 08 Januari 2026 22:05:13 WIB
Siagaonline.com, Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) mengambil langkah cepat dalam mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat dengan menggelar rapat koordinasi internal bersama para dosen, Kamis (8/1/2026).
Pertemuan tersebut bertujuan menghimpun gagasan dan strategi dari berbagai disiplin ilmu untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana secara komprehensif.
Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Senat Lantai 4 Gedung Rectorate and Research Center UNP itu merupakan tindak lanjut bergabungnya UNP dalam Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera, yang terdiri atas 11 perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia dan dikoordinasikan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB).
Konsorsium dibentuk sebagai respons terhadap bencana hidrometeorologi yang dipicu Tropical Cyclone Senyar pada akhir November 2025. Bencana tersebut mengakibatkan banjir bandang, aliran sedimen pekat, kerusakan infrastruktur, permukiman, serta lahan pertanian di sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rektor UNP Krismadinata, Ph.D., mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dalam proses pemulihan pascabencana.
"Kami mengajak bapak dan ibu untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi lainnya yang tergabung dalam konsorsium, menyiapkan langkah-langkah strategis sesuai bidang keilmuan masing-masing agar dapat dikonsolidasikan dan disinergikan bersama perguruan tinggi lain dalam konsorsium," ujarnya.
Menurut Krismadinata, kontribusi yang diharapkan dari para akademisi tidak hanya berupa kajian ilmiah, tetapi juga rekomendasi kebijakan dan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam menyusun program rehabilitasi dan rekonstruksi yang efektif serta berkelanjutan.
Sebagai anggota konsorsium, UNP akan berkontribusi dalam sejumlah kelompok kerja teknis, di antaranya bidang tata ruang, hunian dan permukiman, pendidikan dan literasi kebencanaan, ekonomi, sosial dan budaya, serta kesehatan dan psikososial. Seluruh kelompok kerja tersebut disesuaikan dengan kompetensi keilmuan yang dimiliki sivitas akademika UNP.
Konsorsium menerapkan prinsip Build Back Better, yakni membangun kembali kawasan terdampak dengan konsep yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan. Program kerja dibagi dalam tiga tahapan, yakni penyusunan peta jalan pada enam bulan pertama, pendampingan dan rekonstruksi selama enam hingga 24 bulan, serta penguatan sistem dan replikasi model pada periode dua hingga lima tahun.
Melalui rapat koordinasi ini, UNP menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam pemulihan pascabencana melalui riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Hasil kajian yang disusun diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tangguh terhadap risiko bencana di masa mendatang.
#SDGs #TPB #KonsorsiumPT #RehabilitasiPascabencana #BuildBackBetter #UNP #HumasUNP #BeritaUNP #SumateraBaratBangkit #KampusPeduliBencana #SDG11 #SDG13 #SDG17 #SinergiUntukPemulihan #PenangananBencana
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :