Merasa Dirugikan, Pelanggan Bengkel Auto Usaha Bersama di Dharmasraya Siapkan Langkah Hukum
Daerah | Minggu, 14 Juni 2026 19:00:04 WIB
Siagaonline.com, Dharmasraya – Seorang pelanggan bernama Angga mengaku kecewa terhadap hasil pengerjaan mobilnya di Bengkel Auto Usaha Bersama yang berada di Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya. Ia menilai kualitas perbaikan yang diterimanya tidak sesuai dengan biaya yang telah disepakati sebelumnya.
Menurut keterangan Angga, pada 3 Juni 2026 ia membawa mobil Toyota Rush miliknya ke bengkel tersebut setelah mengalami kerusakan akibat ditabrak sebuah mobil box kargo. Dalam insiden itu, pintu bagasi belakang mengalami penyok dan body kit belakang mengalami kerusakan.
Karena pihak pengemudi mobil kargo bersedia bertanggung jawab atas seluruh biaya perbaikan, kendaraan kemudian dibawa ke Bengkel Auto Usaha Bersama untuk diperbaiki. Saat itu, Angga mengaku meminta agar kendaraan dikembalikan ke kondisi semula sebelum kecelakaan.
"Pihak bengkel mematok biaya sebesar Rp5,8 juta. Rinciannya Rp4 juta untuk perbaikan pintu bagasi dan Rp1,8 juta untuk body kit belakang. Estimasi pengerjaan yang disampaikan kurang dari 15 hari," ujar Angga.
Namun, saat kendaraan diserahkan kembali pada 14 Juni 2026, Angga mengaku terkejut melihat hasil pekerjaan yang menurutnya jauh dari harapan.
Ia menilai pengecatan pada pintu bagasi tidak rapi karena terdapat banyak bintik-bintik yang timbul pada permukaan cat. Selain itu, body kit belakang yang dipasang juga dipersoalkan karena diduga bukan suku cadang asli dan kualitas pemasangannya dinilai tidak profesional.
"Yang membuat saya kecewa, hasil cat pintu bagasi terlihat kasar dan berbintik. Sementara body kit yang dipasang diduga bukan original, padahal biaya yang dibebankan cukup besar," ungkapnya.
Merasa dirugikan, Angga mengaku tengah mengumpulkan bukti-bukti dan mempertimbangkan langkah hukum atas persoalan tersebut. Ia berencana melaporkan Bengkel Usaha Bersama ke pihak kepolisian agar permasalahan yang dialaminya dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Saya ingin mencari keadilan dan meminta pertanggungjawaban atas hasil pekerjaan yang saya terima. Karena itu saya berencana membuat laporan resmi ke pihak kepolisian," tegasnya. (Tegu)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :