Kurun Waktu Tujuh Bulan, PT Gandasari Shipyard Serap 1000 Tenaga Tempatan
Siaga Kepri | Rabu, 11 Maret 2026 15:31:40 WIB
Siagaonline.com, Tanjungpinang - Dalam waktu kurang dari satu tahun beroperasi, PT Gandasari Shipyard Bintan telah menyerap lebih dari seribu tenaga kerja lokal dalam kegiatan produksi kapal tongkang.
Hal tersebut disampaikan Humas PT Gandasari Shipyard, Ucok Pelasah, saat kegiatan buka puasa bersama insan pers di Kedai Kopi Gozi KM 8 Atas, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (10/3/26).
Menurut Ucok, hingga saat ini perusahaan telah mempekerjakan sekitar 1.049 karyawan yang mayoritas berasal dari masyarakat lokal Kepulauan Riau.
“Dalam waktu sekitar tujuh bulan, PT Gandasari sudah mempekerjakan lebih dari seribu orang. Alhamdulillah ini bisa membantu mengurangi angka pengangguran di Kepri,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa PT Gandasari Shipyard merupakan perusahaan yang sepenuhnya menggunakan investasi dari dalam daerah, tanpa keterlibatan investor asing.
“Gandasari ini murni investasi anak tempatan. Tidak ada investasi asing ataupun dari luar daerah", jelasnya.
Saat ini kata Ucok, aktivitas galangan kapal tersebut melibatkan sejumlah perusahaan subkontraktor. Saat ini tercatat terdapat 11 subkontraktor yang terlibat, sebagian besar berasal dari Kepulauan Riau.
“Ada sekitar 11 subkon. Tiga dari Batam, sementara lainnya dari Tanjungpinang dan Bintan. Semuanya berbendera Kepri,” katanya.
Ucok menambahkan, saat ini PT Gandasari Shipyard tengah mengerjakan sekitar 35 unit kapal tongkang dan belasan kapal tugboat.
Ke depan, perusahaan juga berencana memperluas kegiatan produksi dengan membeli lahan milik PT Korindo. Lahan tersebut direncanakan akan difokuskan untuk pembangunan produksi kapal tugboat.
“Untuk saat ini perizinan masih dalam proses. Di lokasi Korindo nantinya kemungkinan akan difokuskan untuk pembuatan tugboat, bukan hanya tongkang,” ungkapnya.
Terkait isu kerusakan lingkungan yang sempat mencuat, pihak perusahaan membantah tudingan tersebut.
Menurut Ucok, sebelum PT Gandasari beroperasi, lahan seluas sekitar 15 hektare di lokasi tersebut sudah dalam kondisi kosong dan gundul.
“Sebelum Gandasari ada, lahan itu sudah kosong. Kalau ada yang menuding penimbunan mangrove, silakan dibuktikan berapa banyak bakau yang ditimbun,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa penimbunan di garis pantai saat ini menggunakan batu sebagai bagian dari upaya memperlebar alur sungai serta mencegah abrasi.
“Alur sungai akan diperlebar dan dipasang batu miring supaya tidak terjadi abrasi dan juga mempermudah akses bagi nelayan,” ujarnya.
Sementara terkait pengelolaan limbah, PT Gandasari Shipyard mengaku telah bekerja sama dengan perusahaan pengelola limbah berizin untuk menangani limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) seperti oli dan aki.
“Perusahaan yang menangani limbah B3 sudah memiliki sertifikasi resmi,” katanya.
Ucok juga menyebutkan bahwa ke depan perusahaan akan menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kepada masyarakat sekitar, termasuk para nelayan.
“Seperti perusahaan lainnya, Gandasari juga akan menyalurkan CSR untuk masyarakat dan nelayan di sekitar wilayah operasional,” tutupnya.(R)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :