SiagaOnline.com, Natuna - Sebuah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam semalam yang disebut Isra' Mi’raj menjadi peristiwa penting bagi umat Islam. Sebuah kisah yang menceritakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Yerussalem dan dilanjutkan menuju Sidratul Muntaha yang menerima perintah untuk menjalankan ibadah salat wajib lima waktu. Peristiwa yang terjadi pada 27 Rajab Tahun ke-10 kenabian tersebut diperingati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna melalui pengajian ceramah agama di Masjid Agung Natuna, Senin malam (28/02/2022).
Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1443H Tahun 2022 M ini mengusung tema
â€Teguhkan Semangat Beragama dan Berbangsa†dihadiri oleh Sekda Natuna Boy Wijanarko, Wakil Ketua DPRD Daeng Ganda Rahmatullah, Kakan Kemenag Natuna, Ketua Umum PHBI Natuna, serta Organisasi Perangkat Daerah serta Ratusan Jema'ah.
Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama dengan Kementerian Agama dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Natuna. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-quran oleh qori Afriansyah.
Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda, tidak panjang lebar dalam menyampaikan sambutannya. Akan tetapi, melalui momen peringatan Isra’ Mi’raj ini, ia mengajak seluruh jemaah agar selalu meneladani Nabi Muhammad SAW.
“Tak banyak yang bisa saya sampaikan. Semoga dengan peringatan Isra mi’raj ini kita dapat memetik hikmat untuk selalu meneladani Rasulullah,†sebut pria yang biasa disapa “Wak Yal†ini.
Sementara itu, Ustadz Raja Sofyan dari Provinsi Kepri, dalam ceramahnya mengajak jemaah dan seluruh umat Muslim di Natuna agar menyempurnakan sholat. Serta jangan pernah meragukan peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Dijelaskannya, Isra Mi’raj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit ke-7, yang juga mempertemukannya dengan para nabi terdahulu.
Peristiwa Isra Miraj sendiri terjadi pada tanggal 27 Rajab. Jika biasanya wahyu untuk Nabi Muhammad melalui perantara Malaikat Jibril, kali ini Allah SWT memberikan perintahnya langsung pada Rasulullah SAW.
Isra Miraj sendiri merupakan dua peristiwa yang terjadi pada waktu yang berbeda, bukan merupakan satu peristiwa saja. Peristiwa Isra Miraj ini sangat penting karena berkaitan dengan ibadah utama bagi umat Muslim, yakni shalat 5 waktu.
Isra merupakan peristiwa perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW mengendarai Buraq.
Sementara Miraj merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Bumi menuju langit ke-7 dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha bertemu dengan Allah SWT untuk menerima perintah langsung.
Allah SWT memanggil Rasul untuk menyampaikan perintah mendirikan salat bagi Nabi Muhammad SAW dan umatnya. Awalnya, Rasul diperintahkan untuk menjalankan 50 kali salat.
Namun, karena takut umatnya tak bisa menjalankan salat sebanyak 50 waktu, Nabi Muhammad SAW meminta keringanan hingga hanya perlu menjalankan perintah shalat 5 waktu dalam sehari semalam.
Ceramah agama diakhiri dengan doa bersama yang di hadiri Lebih kurang 500 orang jema'ah. (Hlm)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :