Sri Mulyadi : Media Massa Jelas Masih Dibutuhkan di Era Digital Saat Ini
Siaga Jawa | Rabu, 09 Februari 2022 18:09:53 WIB
SiagaOnline.com, Semarang - Di era digital dan maraknya media sosial saat ini, secara nasional jelas media massa atau pers jelas masih dibutuhkan, sebab untuk memerangi berita-berita hoax, isu SARA maupun pornografi dan isu hoax lainnya.
Hal itu disampaikan oleh Sri Mulyadi, wartawan senior yang menjadi narasumber dalam sarasehan wartawan lintas generasi Hari Pers Nasional (HPN) 2022 Jawa Tengah di Gedung Pers Jateng Jalan Tri Lomba Juang Kota Semarang, Rabu (9/2/2022).
Disampaikan pula bahwa, dari hasil survey Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) diperoleh data kurang lebih 200 juta penduduk Indonesia adalah pengguna handphone. Artinya, jumlah itu secara pasti juga menggunakan atau memgakses medsos.
"Dari 10 ribu responden yang diteliti, tujuh puluh persen memperoleh informasi dari medsos, yang belum pasti bisa dipertanggungjawabkan kode etik jurnalistiknya dan selebihnya dari media mainstream," jelas Ketua Penasehat PWI Jateng ini.
Selain itu, lanjutnya, banyak juga media mainstream atau media massa malah berkiblat pada medsos, yang jelas-jelas masih dipertanyakan kualitas jurnalistik atau kode etik jurnalistiknya.
"Saat ini banyak media online yang malah berkiblat pada medsos, yang menayangkan berita tanpa adanya editing. Sebab dikejar tuntutan bayknya viewer dari konten-konten yang dihasilkan," ungkap Mbah Mul, sapaan akrab narasumber yang sudah 37 Tahun di dunia jurnalistik ini.
Padahal, menurut Mbah Mul, konten-konten yang dihasilkan tersebut perlu dipertanyakan pertanggungjawaban sumber beritanya, apakah masih layak untuk disebut karya jurnalistik?
Oleh sebab itu, disampaikan juga oleh Mbah Mul, bahwa Pers Survival di Era Digital ini, merupakan tantangan bagi SDM wartawan, selain harus cakap dalam menyajikan konten yang kreatif, juga harus tetap menjaga dan mengimplementasikan kode etik jurnalistik dalam karya-kary jurnalistiknya.
"Karena jika karya jurnalistik tidak mematuhi kode etik jurnalistik, maka lama-kelamaan akan ditinggalkan oleh pembacanya," pesan Pimpinan SUARABARU.ID ini.
Tetap Dibutuhkan. Demikian juga seperti yang disampaikan Dr. Aminnudin, MA pemerhati pers dari Undip, bahwa memang benar saat ini media mainstream atau mdi masa itu masih sangat dibutuhkan, sebab untuk menghadapi maraknya media sosial yang semakin hari semakin tak terkendali.
Sebab, dengan karya jurnalistik, masih ada kode etik jurnalistik yang dapat membatasi berita-berita yang dinilai tidak bisa dipertanggungjawabkan.
"Jadi jika karya jurnalistik itu, metodenya menggunakan 5 W 1 H. Penyajiannya sesuai fakta, baik fakta sosial maupun fakta personal, yang bisa disebut karya sastra," jelasnya. (Aff)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :