Walinagari Sungai Tanang Angkat Bicara Terkait PDAM Tirta Jam Gadang
Agam Pemkab | Sabtu, 05 Februari 2022 12:12:56 WIB
SiagaOnline.com, Agam – Penghasilan PDAM Tirta Jam Gadang dengan nagari Sungai Tanang sejak ditandatanganinya kontrak kerjasama dari tahun 2018 sampai sekarang berjalan lancar. Sebesar 10 persen dari penghasilan diberikan ke nagari Sungai Tanang Kecamatan Banuhampu kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat.
Wali Nagari Sungai Tanang, Feri Nata Kusuma ketika dihubungi Via selulernya, Kamis (3/2) mengatakan penghasilan MoU dengan PDAM dari 10 persen tersebut sekitar Rp 38 juta satu bulanya.
“Mulai perjanjian kerja September 2018 sampai sekarang berjalan lancar,†ujar Feri kepada wartawan.
Feri menambahkan dari tahun 2002 sampai tahun 2018, kerjasama hanya sebatas kontribusi. Namun mulai tahun 2018 baru Mou sampai sekarang dan akan berakhir 2023 mendatang, MoU dengan nagari tapi pengelolaannya tetap yayasan.
“Nagari yang MoU dengan PDAM Tirta Jam Gadang dan yayasan yang mengelola. Sampai sekarang, tetap dijalankan seperti itu,†sebut Feri.
Terkait pemberitaan yang beredar dibeberapa media online, baru sepihak dari yayasan dan pemberitaan tersebut tidak konfirmasi ke nagari.
“Bisa jadi pihak yayasan tidak puas dengan penghasilan sebesar itu. Terkait berita yang beredar, saya tidak tahu. Seharusnya wali nagari mengetahui terkait hal tersebut,†ungkapnya.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Jam Gadang Bukittinggi Budi Suhendra ketika ditemui diruang kerjanya mengatakan, sejak 2018 sampai tahun 2023 mendatang, PDAM Tirta Jam Gadang sudah MoU dengan nagari.
“Dalam MoU tersebut, nagari mendapatkan 10 persen. Persuasifnya 30-40 berapa air yang kita keluarkan. Alat ukurnya yang dipasang di pipa. Berapa air yang keluar dari sumber, jadi itulah yang dikalkulasikan. Dari perjanjian kerjasama (PKS), sekian banyak yang dituangkan dikalikan dengan 10 persen, dari tarif dasar dikalikan dengan kapasitas yang diproduksi yang diambil. Itu yang kita kasih ke nagari,†terangnya.
Seperti dilansir disalah satu media diduga wan prestasi, masyarakat nagari Sungai Tanang Kecamatan Banuhampu mengancam akan menutup sumber air bersih (air minum) yang mengalir ke Kota Bukittinggi tahun 2023.
“Hal tersebut tentu melihat perjanjian kerjasama nantinya, MoU ditahun 2018 sampai sekarangkan belum habis. Namun tidak segampang itu, tentu ada mekanisme-mekanismenya,†pungkas Budi. (Nia)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :