Setiap Tahun 100 Ton Sampah Singgah di Pantai Natuna, DLH Harap Perhatian Pemerintah Pusat
Siagaonline.com, Natuna - Setiap tahunnya di Kabupaten Natuna ada lebih kurang 100 ton sampah kiriman dari jalur Alki dimana, setiap pada setiap musim Utara dan musim tertentu sampah-sampah tersebut akan merapat di bibir pantai Natuna yang indah.
"Jika setiap menumpuknya sampah di bibir pantai, DLH sering melakukan gotong royong dengan masyarakat setempat. Belum lama ini, pada hari lingkungan Hidup Nasional kita melakukan gotong royong di Pantai Piwang dan Pantai Tanjung lebih kurang kita mengumpulkan sekitar 3 ton sampah," ungkap Boy.
Boy mengatakan Sementara botol-botol plastik dari negara tetangga yang mampir ke pesisir pantai tersebut dikumpulkan dan dijadikan sampel identifikasi dan akan disampaikan ke pemerintah pusat.
Boy Wijanarko berharap pemerintah pusat bisa memberikan dukungan terhadap pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan sampah dari negara tetangga yang mampir di Kabupaten Natuna. Karena program Presiden Joko Widodo untuk kabupaten Natuna ada 5 pilar, salah satunya bidang lingkungan hidup dan sekarang belum berjalan.
"Bagaimana Natuna sebagai daerah terdepan Sentral kawasan strategis nasional sementara lingkungan hidup terabaikan, ini harus dicapai dengan dukungan pemerintah pusat," harapnya.
Hal senada yang disampaikan oleh Pj Sekda Kabupaten Natuna Hendra Kusuma, kepada media ini, Rabu (16/06/2021) di ruang kerjanya Kantor Bupati Natuna Jalan Batu Sisir Bukit Arai Kecamatan Bunguran Timur, menyebutkan memang disetiap memasuki musim Utara yang berciri-ciri angin kencang dan ombak kuat membawa sampah-sampah dari negara tetangga masuk ke Natuna. Setiap musim Angin Utara yang selalu terjadi dari Oktober hingga Fabruari pantai-pantai di Natuna banyak ditemukan sampah munuman mineral yang produksi luar negeri.
Sampah-sampah plastik yang mengapung dilaut dibawa gelombang laut menuju perairan Natuna. Asal sampah tersebut terlihat dari merk kemasan pada sampah.
“Jangan heran, setiap tahun selalu saja ada sampah kiriman dari negara tetangga. Seperti kemasan botol mineral, maupun sampah jaring yang sudah rusak,†kata Hendra Kusuma.
Menurutnya, jumlah sampah botol air meneral hampir memenuhi bibir pantai hingga DLH Natuna bersama warga setempat harus membersihkan pantai secara berkala. Kebanyakan sampah itu berupa kemasan minuman dari luar Indonesia.
“Dari banyaknya sampah yang ada di pantai tidak terlihat merek dalam negeri,†ucapnya.
Hendra Kusuma mengharapkan ada peran dari pemerintah pusat untuk mengatasi permasalahan di Kabupaten Natuna terkait sampah dari luar tersebut. Karena hal ini sangat sangat berpengaruh terhadap wisata pantai yang ada di Kabupaten Natuna.
"Bagaimana pengunjung wisatawan bisa nyaman apabila sampah di pantai banyak, saya berharap pemerintah pusat juga harus memperhatikan juga hal ini untuk menunjang pariwisata pantai di Kabupaten Natuna," terang Hendra (Adv-Rijal)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :