Breaking News
Sambangi BPJN Kepri, Bupati Roby Paparkan Progres serta Usulan Jalan di Bintan | Capaian PAUD Kota Pekalongan Tembus 100 Persen, Bunda PAUD Dorong Pemerataan Layanan Pendidikan Anak | Lapas Muara Enim Silaturahmi ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak | Tabligh Akbar 1 Muharram, Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Bersama Membangun Daerah | Dalam Rangka Menyambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Bengkalis Gelar Sunat Massa l Gratis untuk Masyarakat Kurang Mampu | Pengedar Sabu di Desa Bumbung Bathin Solapan Ditangkap, Berawal dari Laporan Call Center 110 |

Sidang Gugatan Class Action Antara Anggota dan Pengurus Koperasi Sawit Timur Jaya
Senin 10 Juni 2024, 16:00 WIB

SiagaOnline.com, Rokan Hulu - Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu menggelar persidangan gugatan class action antara Anggota Peserta Petani Koperasi Sawit Timur Jaya dan Pengurus Koperasi Sawit Timur Jaya, pada Senin (10/06/2024).


Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Abdi Dinata Sebayang, didampingi Hakim Anggota Hendri Diputra Nainggolan dan Nopelita Sembiring, serta Panitera Candra Yuda Simanjuntak. Agenda sidang kali ini adalah tanggapan dari pihak Koperasi Sawit Timur Jaya.

Kuasa Hukum Koperasi Sawit Timur Jaya, Sdr Andi Nofrianto, menjelaskan bahwa legalitas dari para pihak diragukan kembali untuk menjadi pembuktian. Pihak majelis berharap dapat menentukan apakah gugatan ini layak sebagai gugatan kelas eksklusif atau sebagai perdata umum.

"Alhamdulillah kami sebagai tergugat, jika gugatan ini meminta menjadi bagian atau anggota sah dari koperasi, tentunya harus melewati beberapa aturan mekanisme proses," ujarnya.

Namun, Nofrianto menyatakan keberatan terhadap permintaan ganti rugi yang dianggap terlalu prematur. "Ganti rugi belum menjadi anggota baru menjadi peserta belum juga mencari calon tapi sudah menghitung-hitung kerugian kurang lebih 32 miliar," tambahnya.

Sidang ini merupakan yang ketiga kalinya digelar, dan akan dilanjutkan pada tanggal 27 Juni mendatang. Nofrianto juga menegaskan pentingnya memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang hukum yang sebenarnya dan menghindari pengertian yang salah yang dapat menimbulkan perpecahan.

"Apa itu kelas action jangan mau terprovokasi dengan pengertian-pengertian yang salah karena akan menimbulkan perpecahan antara kita-kita saja," pungkasnya.

Dalam persidangan tersebut, barang bukti yang dihadirkan tidak jauh berbeda dengan yang dipegang oleh penggugat. Hal ini menunjukkan pentingnya menjelaskan secara sistematis kewenangan masing-masing pihak agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat mengganggu jalannya persidangan. (Des)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top