Keterangan Foto: Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, memberikan arahan kepada masyarakat Desa Sugi mengenai program KUR Berkah dan pentingnya menghindari jeratan pinjaman online ilegal saat kunjungan monitoring TP PKK SumutTapsel, SiagaOnline.Com - Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, mendeklarasikan tiga prioritas strategis atau yang disebutnya sebagai "perang" besar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, yaitu memerangi narkoba, memberantas jeratan rentenir digital, dan mengentaskan kemiskinan. Deklarasi ini disampaikan secara langsung di hadapan masyarakat Desa Sugi, Kecamatan Marancar, dalam rangkaian kegiatan monitoring Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara pada Jumat, 3 Juli 2026.
Langkah konkret untuk mendukung deklarasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Bank Sumut dengan meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Berkah. Program ini menawarkan bunga rendah sebesar 8 persen per tahun, bahkan hingga 0 persen khusus bagi warga yang terdampak bencana alam. Fokus utama dari skema pembiayaan ini adalah membantu warga, khususnya ibu-ibu rumah tangga, untuk melakukan refinancing atau pelunasan utang dari platform pinjaman online berbunga tinggi seperti Mekar (PNM) yang dinilai mencekik ekonomi keluarga.
Bupati menyoroti praktik pinjaman online ilegal yang sering menjerat masyarakat dengan bunga efektif mencapai 40 persen per tahun. Ia menjelaskan bahwa Pemkab Tapanuli Selatan telah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan direksi Bank Sumut untuk menyediakan solusi likuiditas bagi korban jeratan tersebut. Dana dari KUR akan digunakan untuk melunasi utang berbunga tinggi, sehingga warga hanya memiliki satu cicilan dengan bunga yang jauh lebih wajar dan transparan.
Selain aspek keuangan, pemerintah daerah juga menjamin keberlanjutan usaha mikro melalui peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). BUMD Tapanuli Selatan ditunjuk sebagai off-taker atau penampung hasil pertanian warga, termasuk komoditas jagung, cabai, dan gula semut. Kebijakan ini bertujuan melindungi petani dari permainan harga oleh tengkulak dan memastikan produk lokal memiliki pasar yang stabil, selaras dengan visi "TAPSEL Maju, Berkarakter, Unggul, Sehat, Cerdas, dan Rakyatnya Sejahtera".
H. Gus Irawan Pasaribu menegaskan bahwa ketersediaan modal usaha dan jaminan pasar seharusnya menghilangkan alasan bagi warga untuk tetap berada dalam garis kemiskinan. Ia juga menyebutkan bahwa pencapaian Kabupaten Tapanuli Selatan sebagai Juara 2 Nasional dalam penurunan angka kemiskinan dan stunting menjadi bukti bahwa strategi ini efektif, meski daerah baru saja pulih dari bencana alam.
"Jangan ada alasan lagi untuk miskin. Kita punya modal KUR 0% tanpa agunan sampai Rp100 juta. BUMD akan jadi penampung hasil panen. Ini perang kita lawan rentenir dan kemiskinan demi Tapsel yang sejahtera," tegas H. Gus Irawan Pasaribu, Bupati Tapanuli Selatan, di Desa Sugi, Jumat, 3 Juli 2026.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menargetkan angka kemiskinan yang saat ini berada di level 6,6 persen dapat terus ditekan hingga mendekati nol persen. Melalui sinergi antara program ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan via PKK, dan akses permodalan yang sehat, daerah ini berupaya memperkecil kesenjangan ekonomi dan mewujudkan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.(Mubin)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |