Breaking News
Pengajian AL-HIDAYAH Dan Pemeritah Desa Harapan Jaya Salurkan Santunan Kepada 13 Anak Yatim Dan Piatu, Gagas Pembentukan WKSBM | Kontingen Rohul Tampil Kompak di Pawai Taaruf MTQ Riau, Bupati Anton Jalan Bersama Peserta | Jalur Domisili Mendominasi Pendaftar SPMB Tingkat SMPN Di Kota Pekanbaru | Hari Jadi Kota Pekanbaru, Ada Tarif Khusus Bus TMP, Hanya Rp 242 | Wali Kota Pekanbaru Dorong Tim Response TRC 112 Ditargetkan di Bawah Tujuh Menit | Lautan Manusia Padati Pembukaan MTQ Riau ke-44 di Kuansing, Syiar Islam dan Budaya Melayu Menyatu di Teluk Kuantan |

Pasca Banjir, Perumda AM Padang Bekerja Tanpa Istirahat Hadapi Krisis Air – Produksi Hanya 60 Persen Normal  
Senin 15 Desember 2025, 11:35 WIB

Siagaonline.com, Kota Padang – Krisis pasokan air bersih masih melanda sebagian Kota Padang, namun Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang tidak surut langkah. Di tengah kualitas air baku yang memburuk dan kerusakan intake, para petugas berjibaku siang dan malam agar air tetap mengalir ke rumah warga, Rabu (10/12/2025). 
 
Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, menegaskan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Kota Padang bekerja tanpa mengenal tanggal merah, hari libur, atau kondisi darurat. “Prinsip kami satu, bagaimana persoalan air ini bisa kami selesaikan sampai tuntas,” tegasnya.
 
Kualitas Air Baku Buruk, Produksi Turun Drastis
 
Tantangan terbesar saat ini adalah kualitas air baku yang sangat buruk, dipenuhi lumpur tebal akibat cuaca ekstrem dan gangguan hidrologi di hulu. Kondisi ini membuat produksi hanya mencapai 60 persen dari potensi normal.
 
“Kita hanya mampu memproduksi sekitar 1.800 liter per detik, dengan kapasitas pengolahan efektif 1.200 liter per detik – angka yang jauh dari ideal untuk melayani masyarakat secara optimal,” ungkap Hendra.
 
7 Intake Rusak Parah, 2 Masih Menunggu Perbaikan
 
Kerusakan infrastruktur intake juga memperparah kondisi. Dari total 7 unit intake yang rusak parah, lima sudah berhasil ditangani secara darurat agar tetap berfungsi meski belum maksimal.
 
Kini tinggal dua titik krusial yang menjadi pekerjaan besar:
 
- Intake Palukahan (kapasitas 300 liter per detik)
- Pompa Latung (kapasitas 200 liter per detik)
 
Kedua titik ini menjadi kunci untuk memulihkan distribusi air ke ribuan pelanggan terdampak.
 
Petugas Berjuang dengan Risiko Keselamatan
 
Di balik produksi yang terbatas, para petugas berjuang dengan lumpur tebal, arus sungai yang tidak stabil, dan risiko keselamatan tinggi. Pekerjaan seringkali dilakukan hingga larut malam bahkan menjelang subuh, dengan peralatan terbatas dan tekanan kebutuhan masyarakat yang tinggi.
 
“Air adalah kebutuhan hidup paling dasar. Selama masyarakat masih membutuhkan, kami tidak akan berhenti bekerja,” ujar salah seorang petugas di lokasi.
 
Pemko Turun Tangan, Fokus pada Dua Intake Tersisa
 
Hendra menyatakan bahwa Pemerintah Kota Padang turun langsung dengan dukungan pendanaan, logistik, dan personel. Fokus utama saat ini adalah menyelesaikan dua intake tersisa agar kapasitas produksi meningkat bertahap.
 
Perumda AM menyampaikan maaf atas gangguan distribusi dan meminta kesabaran masyarakat. “Kami mohon doa dan dukungan. Insyaallah, semua permasalahan akan dituntaskan secara bertahap – target kami hanya satu: air tetap mengalir ke rumah warga,” pungkas Hendra.


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top