Breaking News
Polsek Kateman Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bersama TNI dan Masyarakat, Pererat Kebersamaan di Tengah Euforia Sepak Bola | Kapolres Pekalongan Kota Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Panjang Wetan dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-80 | Sambangi BPJN Kepri, Bupati Roby Paparkan Progres serta Usulan Jalan di Bintan | Capaian PAUD Kota Pekalongan Tembus 100 Persen, Bunda PAUD Dorong Pemerataan Layanan Pendidikan Anak | Lapas Muara Enim Silaturahmi ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak | Tabligh Akbar 1 Muharram, Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Bersama Membangun Daerah |

Dinsos Rohul Sosialisasi PPRG dan Analisis Gender
Senin 11 Desember 2023, 19:11 WIB

SiagaOnline.com, Rokan Hulu - Dinas Sosial pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menggelar sosialisasi Pokja pengarusutamaan gender (PUG) ropokasi pada Sub Kegiatan ropokasi kebijakan dan pendampingan pelaksanaan PUG termasuk PPRG, bertempat di Sapadia Hotel, November 2023.


Turut Hadir Kepala Dinas Sosial P3A Rohul Damri Poti SH, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Sosial (PPS) Dinsos P3A Rohul, Puji Lestari, SKM, MKM, dengan Narasumber yakni Antoni Subeno SH, fasilitator PUG Provinsi Riau pada Dinas P3AP2KB Provinsi Riau.

Sebagai Narasumber Subeno menjelaskan, Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) merupakan serangkaian cara dan pendekatan untuk mengintegrasikan perspektif gender dalam proses perencanaan dan penganggaran.

Adapun yang responsif gender sebagai berikut yakni perencanaan yang partisipatif dengan mempertimbangkan empat aspek yaitu akses, partisipasi, kontrol dan manfaat yang setara bagi laki - laki dan perempuan.

"Gender diartikan sebagai pandangan  masyarakat tentang perbedaan peran, fungsi, dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki, yang merupakan hasil konstruksi sosial budaya dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman," kata Subeno

Subeno berharap dengan adanya sosialisasi ini, Bahwa kesetaraan gender dapat terlaksana di Rokan Hulu. Sehingga tidak ada lagi ketimpangan sosial ke depanya.

"Kesenjangan gender yang terjadi saat ini, yakni terkait masalah ekonomi, kesehatan dan pendidikan Sehingga diperlukan integrasi untuk mengatasi persolan tersebut," jelas Subeno.

Dikatakannya lagi, Salah satu contoh masalah pendidikan, adanya siswa putus sekolah karena faktor ekonomi atau faktor lainnya. Sehingga dengan sosialisasi ini bisa mengambil keputusan yang tepat tanpa adanya perbedaan sosial terhadap siswa tersebut. (Rls)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top