Breaking News
Surga Peti Di Desa Setiang Dugaan Seret Beberapa Nama; Kapolsek Lama Tak Berkutik, Kapolsek Baru Didesak Berani Menertibkan | DPRD Kota Padang Bahas Perubahan KUA-PPAS 2026, Fraksi-Fraksi Berikan Masukan Strategis untuk Penguatan Pembangunan Daerah | PTBA dan PNRE Jajaki Pengembangan PLTS di Lahan Pascatambang | Imigrasi Gandeng KPK untuk Pembenahan Instansi  | Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi “Pagar Digital” Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan   | Respons Cepat PUTR Nias Selatan, Jembatan Idanotae yang Sempat Disorot Kini Rampung Dibangun |

Abdul Wahid, Jerit Kemiskinan Riau & Deretan  Pemimpin Bermental Korup
Selasa 26 Agustus 2025, 12:04 WIB

By: Wahyudi El Panggabean

Masa depan pemberantasan korupsi sedang dipertaruhkan hari-hari ini. Indonesia yang lebih bersih atau Indonesia yang akan membusuk (Goenawan Mohamad_Budayawan).

KRONISME kemiskinan Riau adalah jeritan panjang di genggaman pemimpin bermental korup. Paling tidak, sejak seperempat abad belakangan. Sejak era reformasi menggelinding.

Sejak era kepemimpinan H. Saleh Djasit_militer terakhir di kursi Gubernur Riau_era kepemimpinan H.M.Rusli Zainal, era Gubernur Riau Anas Ma'mun (ketiganya divonis pengadilan sebagai terpidana korupsi). Seterusnya, era Gubernur Riau, Syamsuar hingga kini di era Gubernur Riau, Abdul Wahid, isu kemiskinan masih tetap dijadikan sebagai komoditas.

Kemiskinan hanya sebagai objek mengincar anggaran dengan kedok pengentasan lewat program sloganis yang dikemas rapi dibungkus sampul manipulasi.

Lihat saja, setiap tahun selalu muncul debut angka-angka untuk program strategis yang berujung pada pengentasan kemiskinan di Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Riau. Toh, realisasinya, selalu jauh dari harapan.

Kini, jabatan Gubernur Riau ada di tangan Abdul Wahid. Dengan potensi APBD Riau tahun ini sekitar Rp 9,2 Trilyun. Sementara  kemiskinan masih bertengger di angka spektakuler: 460,96 ribu orang.

Angka-angka ini, sepertinya berkorelasi dengan isu tidak sedap, yang kini menerpa Abdul Wahid, di masa semester pertama kepemimpinannya.

Di usia jabatannya persis seumur jagung ini, dugaan korupsi tengah  diarahkan ke Abdul Wahid. Tudingan itu, terlihat serius karena KPK menyebut, mereka sudah punya data.

Seperti viral diberitakan pers, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini, menduga Abdul Wahid terseret kasus korupsi semasa berstatus Anggota Komisi XI DPR-RI.

Berdasarkan keterangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada pers, Abdul Wahid bersama 41 orang Anggota Komisi XI DPR-RI (Priode 2019-2024) diduga menerima aliran dana CSR Bank Indonesia senilai Rp 25 miliar.

Perlu diingat dana CSR BI ini, seharusnya untuk bantuan bagi rakyat miskin. "Sungguh kejam, dana yang seharusnya menjadi hak rakyat miskin justru mendarat di kantong-kantong pribadi para koruptor,"  jelas mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji.

Nah, sat ini, KPK sedang mengusut kasus dugaan mega korupsi ini. Kita tunggu, apakah Abdul Wahid, memiliki alibi. Atau justru, memperpanjang deretan penguasa bermental korup di Riau.

Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H.: Direktur Utama, Lembaga Pendidikan Wartawan, Pekanbaru Journalist Center (PJC)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top