TAPANULI SELATAN, KompasReal.com - Hasil survei terbaru yang dirilis Lingkar Survei Sumatera yang bekerjasama dengan Jaringan Magister Doctoral Alumni USU menunjukkan pasangan Gus Irawan Pasaribu dan Jafar Syahbuddin Ritonga unggul telak di Pilkada Tapsel. Pasangan nomor urut 1 dengan tagline "Bagusi" meraih 69,5 persen suara, sementara pasangan Dolly Putra Parlindungan Pasaribu dan Parulian Nasution (nomor urut 2) hanya memperoleh 25,8 persen.
Survei yang dilakukan pada 26-30 Oktober 2024 ini juga menunjukkan tingkat ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Dolly Pasaribu selama empat tahun terakhir mencapai 80 persen.
"Hasil survei ini menunjukkan bahwa masyarakat Tapsel menginginkan perubahan," ujar Abdul Rahman Matondang, peneliti senior Lingkar Survei Sumatera, saat merilis hasil survei tersebut pada Jumat (8/11/2024).
Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan populasi tersebar di 15 kecamatan di Tapsel. Jumlah sampel yang digunakan adalah 1.200 orang dengan margin error 2,88 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Gus Irawan Unggul di Semua Aspek
Survei ini juga mengukur popularitas, tingkat kesukaan, dan elektabilitas kedua pasangan calon. Hasilnya, Gus Irawan Pasaribu unggul di semua aspek.
Popularitas Gus Irawan mencapai 96,2 persen, sementara Dolly Pasaribu 95,5 persen. Tingkat kesukaan Gus Irawan mencapai 70,5 persen, sedangkan Dolly Pasaribu hanya 29,2 persen.
"Hasil survei ini menunjukkan bahwa masyarakat Tapsel lebih menyukai Gus Irawan Pasaribu sebagai calon bupati," ujar Abdul Rahman Matondang.
Kinerja Dolly Pasaribu Dipertanyakan
Survei ini juga mengungkap keprihatinan masyarakat Tapsel terhadap kinerja pemerintahan Dolly Pasaribu. Sebanyak 80 persen responden menyatakan tidak puas dengan kinerja Dolly Pasaribu selama menjabat bupati.
"Masyarakat Tapsel merasakan bahwa Tapsel tidak berkembang selama dipimpin Dolly Pasaribu," ujar Abdul Rahman Matondang.
Beberapa masalah yang menjadi sorotan masyarakat Tapsel antara lain rusaknya jalan dan jembatan, tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, serta masalah pertanian, kelautan, dan tingginya korupsi.
Metodologi Survei
Survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan populasi tersebar di 15 kecamatan di Tapsel. Jumlah sampel yang digunakan adalah 1.200 orang dengan margin error 2,88 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.(Amils)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :