Sabtu, 04 Februari 2023
Follow:  
www.siagaonline.com
 
Tantangan Kompetisi Liga 1 2020 Saat Pandemi
Selasa, 09-06-2020 - 16:17:51 WIB

TERKAIT:
   
 

SiagaOnline.com - Liga 1 2020 memiliki sejumlah tantangan jika memutuskan melanjutkan kompetisi di tengah pandemi virus corona.

Beberapa klub berkeinginan agar kompetisi musim ini yang terhenti sejak Maret lalu kembali digelar meski dalam kondisi darurat virus corona. Meskipun klub-klub lain menolak sebelum Covid-19 di Indonesia benar-benar mereda.

Padahal, kompetisi Liga 1 2020 baru berjalan di awal-awal musim dengan melakoni tiga pertandingan. Jika benar-benar bertekad melanjutkan Liga 1 2020, maka seluruh stakeholder sepak bola dan olahraga di Indonesia perlu mempersiapkan segala peraturan dengan optimal.

Tujuan dari peraturan baru itu tidak saja kembali menggeliatkan industri sepak bola, tetapi juga mencegah terjadinya klaster baru virus corona dari sepak bola. Peraturan-peraturan itu yang akan jadi tantangan bagi Liga 1 dalam melanjutkan kompetisi.

Berikut 3 tantangan yang dimiliki Liga 1 saat menjalankan kompetisi di masa pandemi virus corona:

1. Protokol Kesehatan

Dengan menjalani liga di masa wabah Covid-19, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru perlu menyiapkan protokol kesehatan yang ketat. Terlebih lagi kurva virus corona di Indonesia belum menunjukkan penurunan sampai dengan saat ini.

Salah satu fungsi protokol kesehatan ini mencegah klub, baik dari pemain, pelatih, staf tim, hingga perangkat pertandingan maupun kru pemegang hak siar terpapar virus corona saat bertugas.

Peraturan tersebut tidak saja berlaku di saat pertandingan, tetapi juga ketika klub-klub menggelar latihan rutin sebagai persiapan jelang laga. Seperti bagaimana pemain, pelatih, dan staf tiba di tempat latihan, hingga datang ke stadion saat pertandingan.

Masalah physical atau social distancing saat pertandingan juga perlu diperhatikan. Seperti yang terjadi di Liga Jerman, di mana selebrasi gol secara berkerumun dilarang hingga menempatkan pemain cadangan di tribune penonton.

´┐╝Beban keuangan klub bisa bertambah jika berkompetisi di masa pandemi. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

Sebelumnya, Dokter Timnas Indonesia Syarif Alwi menyebut tes rapid seminggu sekali perlu dimasukkan ke dalam protokol kesehatan ketika liga bergulir kembali. Tes rapid itu berlaku untuk seluruh klub beserta karyawannya.

Satu hal yang tidak kalah penting adalah kebijakan jika ada pemain, pelatih atau staf klub yang terinfeksi virus corona. Apakah proses karantina nanti akan jadi tanggung jawab klub atau terpusat yang dikelola oleh PSSI dan PT LIB.

2. Masalah Keuangan

Terhentinya kompetisi selama lebih dari tiga bulan membuat klub-klub kehilangan pemasukan. Bahkan, guna memberikan 'nafas', PSSI sampai mengeluarkan kebijakan pemotongan gaji kepada para pemain.

Persoalan keuangan ini bisa bertambah jika melakukan tes rapid selama satu minggu sekali diberlakukan dalam protokol kesehatan. Pasalnya, biaya yang harus dikeluarkan klub untuk satu kali rapid test adalah Rp300 ribuan untuk satu orang.

Aspek finansial ini akan jadi masalah serius lantaran penonton belum tentu diperbolehkan datang ke stadion saat pertandingan. Padalah, penonton merupakan faktor utama dalam pendapatan klub.

Seluruh klub Liga 1 masih bergantung pada pemasukan dari tiket penonton guna menghidupi operasional mereka. Dengan begitu, melanjutkan kompetisi di masa pandemi seperti sekarang ini akan membuat klub-klub lebih boros.

Terkait masalah keuangan ini, beberapa klub yang termasuk ke dalam klub kecil tentu akan mengharapkan dana subsidi dari sponsor atau hak siar.

3. Gaji Pemain

Gaji pemain adalah salah satu faktor yang membuat klub memiliki pengeluaran besar. Dalam kondisi yang berbeda seperti saat ini, klub dan pemain perlu memiliki kesepakatan soal masalah gaji.

Tentu saja, besaran gaji yang akan diterima pemain, pelatih, maupun staf klub tidak akan sama dengan musim-musim sebelumnya. Terlebih lagi klub tidak mendapat pemasukan seperti musim-musim sebelumnya.

Skema gaji ini masih ditunggu dari diskusi antara APPI sebagai perwakilan pemain dan APSI dari sisi pelatih.

4. Format Kompetisi

Format kompetisi bisa membantu klub-klub menjalani Liga 1 di masa new normal. Jika PSSI dan PT LIB memaksakan liga digelar dengan kompetisi penuh, maka klub-klub harus mengeluarkan kocek yang besar hingga akhir musim.

Mengubah format menjadi per wilayah atau home tournament bisa jadi pertimbangan lain demi melangsungkan kompetisi pada situasi sekarang ini.


Sumber : CNNIndonesia.com

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
red_siagaonlinepku@yahoo.com / redaksisiagaonline@gmail.com
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)




Loading...


 
Berita Lainnya :
  • Tantangan Kompetisi Liga 1 2020 Saat Pandemi
  •  
    Komentar Anda :

     
    GALERI FOTO
    Masrul Gusti Terpilih Jadi Ketua PWI Rohil
     
    ADVERTORIAL
    Guna Mendengar Keluhan Masyarakat, Kapolres Dharmaraya Kembali Gelar Curhat Kamtibmas
     
    TERPOPULER
    1 Jokowi Tunjuk Listyo Sigit Sebagai Kapolri, Siap Uji Kelayakan di DPR
    2 Kebersihan Lingkungan Adalah Tanggung Jawab Bersama
    3 Perusahaan Hilangkan Hak Karyawan, Ratusan Buruh PT RGMS Gelar Mogok Kerja
    4 Diduga Perusahan Hilangkan Hak Karyawan, Buruh PT RGMS Gelar Aksi Mogok Kerja
    5 Terkait Penemuan Air Mineral Merk Crystalline Mengandung Kotoran dalam Kemasan, Konsumen Kecewa
    6 Bupati Bungkam?
    Mendagri Diminta Perintahkan Bupati Nias Barat Copot Oknum Kadis Terduga Mesum
    7 Para Pejabat Teras Jajaran Pusterad Diserahterimakan
    8 Kuasa Hukum Ust. Maheer At Thuwailibi Siap Ambil Tindakan Hukum
    9 Manfaat Penyuluhan Kesehatan Langsung Dapat Dirasakan Warga Desa Tujung
    10 PT. Langgam Harmoni Tolak Serikat, Puluhan Karyawan Lakukan Mogok Kerja
     
    Siaga Kepri | Siaga Sumut | Siaga Lampung | Siaga Jawa | Kuansing | DPRD Kuansing | DPRD Tanjung Pinang
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016-2020 PT. Mafis Siaga Pers, All Rights Reserved