Jum'at, 20 Mei 2022
Follow:  
www.siagaonline.com
 
Dinkes Tulungagung Temukan Tiga Sampel Jamu Mengandung BKO
Jumat, 12-11-2021 - 09:52:48 WIB

SiagaOnline.com, Tulungagung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung temukan tiga sampel jamu yang mengandung bahan kimia obat (BKO).

“Dari 100 sampel yang kami kirim ke laboratorium Universitas Airlangga (Unair), ada 3 yang BKO. Yaitu berjenis obat kuat, obat pelangsing, dan obat reumatik atau keju linu,” jelas Kepala Dinkes Kabupaten Tulungagung dr Kasil Rokhmad, MMRS melalui Kasi Farmasi dan Perbekalan Masduki kepada afederasi.com, usai menghadiri lomba jamu gendong di Barata, Selasa (9/11/2021).

Masduki melanjutkan sebenarnya jamu yang mengandung BKO tersebut merupakan merk lama pada 1980 an lalu. Namun, di masa sekarang ini bermunculan kembali.

Dinkes Tulungagung gelar Lomba Jamu Gendong Lestarikan Warisan Leluhur
khusus lansia berhadiah telur Dinkes Tulungagung gelar Vaksinasi
Bank BI Bersama Pemkot Tanjungbalai Tandatangani Perjanjian Kerjasama Pengendalian Inflasi Daerah
Pihaknya saat ini gencar melakukan sosialisasi yang bertujuan untuk menggeser penggunaan jamu yang mengandung BKO tersebut. Pasalnya, di era milenial seperti saat ini pihaknya lebih menekankan dan pemahaman terhadap jamu yang non BKO.

“Jamu- jamu tradisional bisa bermanfaat untuk menumbuhkan imunitas serta kebugaran tubuh,” ujarnya.

Menurut Masduki minum jamu tradisional merupakan wujud mempertahankan warisan leluhur nenek moyang Indonesia. Khususnya di Kabupaten Tulungagung ini sangat banyak ragam sumber hayati atau rimpang yang bisa bermanfaat untuk dibuat jamu.

“Nguri- nguri budaya leluhur dengan memanfaatkan rimpang,” ujarnya.

Masduki menambahkan pihaknya ingin jamu menjadi minuman yang bisa diminati para milenial saat ini. Dengan adanya inovasi produk dan kemasan diharapkan milenial menyukai jamu.

“Kita akan menginovasi agar kesan pahit pada jamu hilang,” tambahnya.

Masih menurut Masduki agar jamu bisa terjaga kualitasnya harus diperhatikan dalam pemilihan bahan baku atau kualitas rimpangnya. Bahan baku harus dicuci dengan air yang mengalir serta harus dikeringkan terlebih dahulu.

“Untuk peralatan yang dipakai juga harus steril, kalau perlu juga menggunakan alat pelindung diri (APD),” tuturnya.

Lanjut Masduki masa simpan jamu tradisional hanya selama 12 jam di suhu kamar dan jika dimasukkan lemari penyejuk bisa bertahan hanya 24 jam.

“Apabila jamu sudah berubah warna dan bergelembung maka tidak layak untuk dikonsumsi lagi,” tandasnya. (NURIN)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
red_siagaonlinepku@yahoo.com / redaksisiagaonline@gmail.com
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)




Loading...


 
Berita Lainnya :
  • Dinkes Tulungagung Temukan Tiga Sampel Jamu Mengandung BKO
  •  
    Komentar Anda :

     
    GALERI FOTO
    Sebanyak 347 Guru di Lampung Selatan Terima SK P3K dari Bupati
     
    ADVERTORIAL
    Kapolres Tinjau Langsung Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka
     
    TERPOPULER
    1 Jokowi Tunjuk Listyo Sigit Sebagai Kapolri, Siap Uji Kelayakan di DPR
    2 Kebersihan Lingkungan Adalah Tanggung Jawab Bersama
    3 Perusahaan Hilangkan Hak Karyawan, Ratusan Buruh PT RGMS Gelar Mogok Kerja
    4 Diduga Perusahan Hilangkan Hak Karyawan, Buruh PT RGMS Gelar Aksi Mogok Kerja
    5 Terkait Penemuan Air Mineral Merk Crystalline Mengandung Kotoran dalam Kemasan, Konsumen Kecewa
    6 Bupati Bungkam?
    Mendagri Diminta Perintahkan Bupati Nias Barat Copot Oknum Kadis Terduga Mesum
    7 Para Pejabat Teras Jajaran Pusterad Diserahterimakan
    8 Kuasa Hukum Ust. Maheer At Thuwailibi Siap Ambil Tindakan Hukum
    9 Manfaat Penyuluhan Kesehatan Langsung Dapat Dirasakan Warga Desa Tujung
    10 PT. Langgam Harmoni Tolak Serikat, Puluhan Karyawan Lakukan Mogok Kerja
     
    Siaga Kepri | Siaga Sumut | Siaga Lampung | Siaga Jawa | Kuansing | DPRD Kuansing | DPRD Tanjung Pinang
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016-2020 PT. Mafis Siaga Pers, All Rights Reserved