Minggu, 11 April 2021
Follow:  
www.siagaonline.com
 
Menkes Sebut Indonesia Kehilangan 10 Juta Vaksin Akibat Lonjakan Kasus di India
Rabu, 07-04-2021 - 11:51:57 WIB
Indonesia kehilangan 10 juta dosis vaksin gratis dari kerja sama GAVI akibat lonjakan kasus di India. Ilustrasi.

SiagaOnline.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut Indonesia kehilangan 10 juta dosis vaksin gratis dari kerja sama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI).
Dari 11,7 juta vaksin AstraZeneca yang dijanjikan GAVI, Indonesia kemungkinan besar hanya mendapatkan 1,3 juta-1,4 juta dosis vaksin gratis.

"Gara-gara ada lonjakan kasus, India embargo vaksinnya, sehingga kita kehilangan 10 juta dosis yang harusnya kita peroleh dari kerja sama dengan GAVI atau WHO yang gratis itu. Tadinya, kita berencana dapat 11,7 juta, tapi sekarang kita dapatnya 1,3 atau 1,4 juta kemudian sisanya berhenti," ungkapnya dalam Forum Indonesia Bangkit yang Digelar CIMB Niaga, Selasa (6/4).

Menurut Budi, berkurangnya pasokan vaksin gratis dari GAVI akan memperlambat program vaksinasi yang dilakukan pemerintah.

Pasalnya, dengan pasokan yang menipis, jumlah vaksin yang disuntikkan per harinya juga akan berkurang. "Jadi, bulan ini (April) akan sangat sulit masanya karena jumlah vaksin sedikit," ucapnya.

Meski demikian, ia menjamin setelah vaksin yang diolah PT Bio Farma (Persero) selesai, laju kecepatan vaksinasi per hari bisa kembali digenjot.

"Mei rencana kita produksi Bio Farma bisa meningkat kembali, sehingga lajunya bisa kita tingkatkan," imbuhnya.

Budi menjelaskan pemerintah sebenarnya menargetkan vaksinasi bisa mencapai 1 juta dosis per hari. Namun, seperti dijelaskan di awal, kecepatan tersebut sangat bergantung dengan pasokan vaksin di dalam negeri, dikutip dari CNNIndonesia.

Sementara, dengan ketersediaan 15 juta vaksin yang diproduksi Bio Farma saat ini, Budi menargetkan Indonesia dapat melakukan 500 ribu suntikan dalam sehari.

"Kayak di awal Januari-Februari kita cuma punya 3 juta vaksin, tidak mungkin kita 1 juta atau 500 ribu sehari, enam hari juga sudah habis. Nah, Maret, April ini kita ada stok. Rencananya 15 juta per bulan jadi kita bisa suntik 500 ribu per hari kalau kali 30 bisa pas 15 juta," tandasnya.

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
red_siagaonlinepku@yahoo.com / redaksisiagaonline@gmail.com
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)




Loading...


 
Berita Lainnya :
  • Menkes Sebut Indonesia Kehilangan 10 Juta Vaksin Akibat Lonjakan Kasus di India
  •  
    Komentar Anda :

     
    GALERI FOTO
    17 Februari Bupati dan Wakil Bupati Sergai Akhiri Kepemimpinan Periode 2016-2021
     
    ADVERTORIAL
    Eksportir Sarang Burung Walet Selayaknya Ada Perhatian, Untuk Genjot Nilai Perdagangan Indonesia
     
    TERPOPULER
    1 Jokowi Tunjuk Listyo Sigit Sebagai Kapolri, Siap Uji Kelayakan di DPR
    2 Perusahaan Hilangkan Hak Karyawan, Ratusan Buruh PT RGMS Gelar Mogok Kerja
    3 Diduga Perusahan Hilangkan Hak Karyawan, Buruh PT RGMS Gelar Aksi Mogok Kerja
    4 Kebersihan Lingkungan Adalah Tanggung Jawab Bersama
    5 Terkait Penemuan Air Mineral Merk Crystalline Mengandung Kotoran dalam Kemasan, Konsumen Kecewa
    6 Bupati Bungkam?
    Mendagri Diminta Perintahkan Bupati Nias Barat Copot Oknum Kadis Terduga Mesum
    7 Kuasa Hukum Ust. Maheer At Thuwailibi Siap Ambil Tindakan Hukum
    8 PT. Langgam Harmoni Tolak Serikat, Puluhan Karyawan Lakukan Mogok Kerja
    9 Siswai SMP Diperkosa dan Dibunuh, Ternyata Pelakunya Ayah Tiri Korban
    10 Coreng Nama Baik Instansi,
    Gawat!! Diduga Oknum Kadis Mesum, Diminta Bupati Nisbar Tindak Tegas Jangan Tebang Pilih
     
    Siaga Kepri | Siaga Sumut | Siaga Lampung | Siaga Jawa | Kuansing | DPRD Kuansing | DPRD Tanjung Pinang
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016-2020 PT. Mafis Siaga Pers, All Rights Reserved