Breaking News
Kajari Sidimpuan Dilaporkan Pengacara ke Jaksa Agung dan Jamwas | Bea Cukai Tanjung Balai Karimun Adakan Giat School Goes to Customs Pertama Kali | Diskominfo-SP Muara Enim Raih TVRI Sumsel Awards 2024 | Siaga Karhutla, Kapolsek Kemuning Lakukan Pengecekan Alat Pemadam | Kapolsek Kemuning Polda Riau Berhasil Ringkus Pemilik Shabu | Sulap Sawah Jadi Wisata, Shila Tirta Diduga Tak Kantongi Izin Alih Fungsi Kamis, 25 Juli 2024

 
🢭 Siagaonline.com ⮞ Internasional
Hubungan Jepang dengan Korea Selatan Memanas Terkait Klaim Pulau
Internasional | Kamis, 25 Februari 2021 13:40:50 WIB

Ilustrasi bendera Jepang dan Korea Selatan.

SiagaOnline.com - Jepang memperbarui klaimnya atas pulau yang diperebutkan dengan Korea Selatan di Laut Jepang hingga membuat hubungan dua negara itu makin panas.
Klaim itu ditegaskan Jepang pada acara tahunan yang digelar di ibu kota prefektur Matsue pada Senin (22/2).

Ketegangan antara dua negara bertetangga itu memang sudah tinggi setelah Korsel menuntut kompensasi atas tindakan Jepang dalam Perang Dunia II.

Senin itu adalah hari peringatan Jepang menempatkan pulau tersebut di bawah yurisdiksi prefektur Shimane pada 1905.

Jepang telah mengadakan upacara tahunan sejak 2006 dalam upaya untuk meningkatkan klaimnya atas pulau itu.

Pulau kecil tak berpenghuni yang kaya akan ikan di lepas pantai barat laut Shimane itu disebut Takeshima di Jepang, semetara Dokdo di Korea Selatan. Pulau itu dikendalikan oleh Korea Selatan sejak tahun 1950-an.

Pejabat Kantor Kabinet yang mewakili pemerintah pusat Yoshiaki Wada, pada upacara itu menuduh pendudukan Korea Selatan tidak sah dan tidak memiliki dasar hukum apa pun di bawah hukum internasional.

"Ini sama sekali tidak bisa diterima," kata Yoshiaki Wada seperti dikutip dari Associated Press.

Gubernur Shimane Tatsuya Maruyama mengkritik tindakan Korea Selatan di pulau itu termasuk latihan militer. Dia menganggap itu sebagai upaya untuk menjadikan pendudukan Takeshima sebagai fakta yang dicapai. Dia mendesak pemerintah Jepang untuk menyelesaikan perselisihan ini melalui diplomasi.

Sementara itu Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengecam Jepang karena dinilai melanjutkan provokasi yang sia-sia dengan mengadakan acara tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Korsel menuntut agar acara tersebut dihapuskan. Mereka menegaskan bahwa pulau itu adalah wilayah Korea Selatan berdasarkan sejarah, geografi, dan hukum internasional.

Akan tetapi Skretaris kabinet Katsunobu Kato mengatakan Jepang bertekad untuk melindungi hak teritorialnya.

"Takeshima jelas merupakan wilayah Jepang berdasarkan hukum internasional dan berdasarkan fakta sejarah," katanya. "Untuk memecahkan masalah Takeshima, penting untuk mendapatkan pemahaman yang benar dari komunitas internasional."

Hubungan kedua negara jatuh ke level terburuk setelah pengadilan Korsel memerintahkan perusahaan-perusahaan Negeri Sakura untuk memberikan kompensasi kepada warganya yang menjadi korban perang kerja paksa di masa kolonialisme Jepang.

Jepang menolak permintaan Korsel dan bahkan mengajukan persoalan tersebut ke arbitrase.

Sejarah kolonialisme Jepang di masa Perang Dunia II memang kerap menjadi batu ganjalan relasi Tokyo dan Seoul.

Korsel yang kala itu masih bersatu dengan Korut, berada di bawah jajahan Jepang sekitar 1910-1945.

Setelah bertahun-tahun mandek, pada Juni 1965 Korsel-Jepang akhirnya membuka hubungan diplomatik dengan meneken Traktat Hubungan Dasar.

Sejak itu, normalisasi relasi kedua negara terus berjalan. Jepang dan Korsel juga merupakan sekutu dekat Amerika Serikat.

Korsel secara resmi menuntut permintaan maaf dan kompensasi dari Jepang atas kekejaman di masa perang, terutama terhadap perempuan Negeri Ginseng yang menjadi korban perbudakan atau dikenal Jugun Ianfu.

Tuntutan maaf itu disampaikan Presiden Korsel Lee Myun-bak saat mengunjungi Takeshima atau Dokdo pada 2012 lalu. Lawatan itu menjadi kontroversial lantaran Lee merupakan presiden pertama Korsel yang mengunjungi pulau yang disengketakan kedua negara.

Berdasarkan Konferensi Perbudakan Seksual Militer Jepang, sebagian besar perempuan yang dipekerjakan berusia di bawah 18 tahun.

Kedua negara juga sempat bertikai lantaran upaya Jepang untuk menghapus sejarah kekejaman masa penjajahannya di era Perang Dunia II dalam penulisan buku pelajaran sekolah menengah pertama dan atas.

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
red_siagaonlinepku@yahoo.com / redaksisiagaonline@gmail.com
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)

Kajari Sidimpuan Dilaporkan Pengacara ke Jaksa Agung dan Jamwas
Siaga Sumut | Kamis 25 Juli 2024, 14:40 WIB
Bea Cukai Tanjung Balai Karimun Adakan Giat School Goes to Customs Pertama Kali
Daerah | Kamis 25 Juli 2024, 14:31 WIB
Diskominfo-SP Muara Enim Raih TVRI Sumsel Awards 2024
Daerah | Kamis 25 Juli 2024, 14:28 WIB
Siaga Karhutla, Kapolsek Kemuning Lakukan Pengecekan Alat Pemadam
Indragiri Hilir | Kamis 25 Juli 2024, 14:27 WIB
Kapolsek Kemuning Polda Riau Berhasil Ringkus Pemilik Shabu
Daerah | Kamis 25 Juli 2024, 14:26 WIB
Sulap Sawah Jadi Wisata, Shila Tirta Diduga Tak Kantongi Izin Alih Fungsi
Daerah | Kamis 25 Juli 2024, 14:25 WIB



Komentar Anda :

 
Berita Terkini Indeks
#1 Kajari Sidimpuan Dilaporkan Pengacara ke Jaksa Agung dan Jamwas
#2 Bea Cukai Tanjung Balai Karimun Adakan Giat School Goes to Customs Pertama Kali
#3 Diskominfo-SP Muara Enim Raih TVRI Sumsel Awards 2024
#4 Siaga Karhutla, Kapolsek Kemuning Lakukan Pengecekan Alat Pemadam
#5 Kapolsek Kemuning Polda Riau Berhasil Ringkus Pemilik Shabu
#6 Sulap Sawah Jadi Wisata, Shila Tirta Diduga Tak Kantongi Izin Alih Fungsi
#7 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Utara Didatangi Dari Provinsi
#8 Kapolsek Lawang Kidul IPTU KMS. Erwin Pengecekan Persiapan Karhutlah Wilayah Tanjung Enim
#9 Walikota Pekalongan Buka Pameran Pustaka Dwipantara
#10 500 Karyawan Pabrik Rokok PT MPS Urip Sugiharto Kota Pekalongan Terima BLT DBHCHT
 


 
 

Siagaonline.com adalah media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Selengkapnya


 
Quick Links
 
+ Home
+ Redaksi
+ Disclaimer
+ Pedoman Berita Siber
+ Tentang Kami
+ Info Iklan
 
Kanal
 
+ Nasional
+ Daerah
+ Kota
+ Internasional
+ Politik
+ Ekonomi
+ Hukrim
+ Olahraga
+ Indeks
 

Alamat Redaksi/TU

 
Jalan Sekuntum No.26 Kelurahan Sialang Sakti, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru-Riau 28285
Telpon: 0852-6599-8456

Email:
red_siagaonlinepku@yahoo.com
Website:
www.siagaonline.com
 
Copyright © 2023 Siagaonline.com, all rights reserved