Minggu, 27 November 2022
Follow:  
www.siagaonline.com
 
Pemkab Meranti Upayakan Pelestarian Ekosistem Lahan Gambut
Rabu, 01-11-2017 - 13:51:45 WIB

TERKAIT:
   
 

Siaga Online.com, Meranti- Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau bekerjasama dengan Pemerintah kabupaten Kepulauan Meranti menggelar rapat koordinasi (Rakor), terkait kerusakan ekosistem gambut, yang di karena kan ulah tangan manusia. Lahan yang identik dengan kelembaban menjadi kering dan mudah terbakar dan mengancam terjadinya bencana asap serta punahnya ekosistem hayati.

Rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Kantor Bupati, selasa (30/10), di hadiri perwakilah Dinas LHK Provinsi Riau Rani, Kepala Dinas LHK Meranti Hendra Putra, Perwakilan BRG RI Susilo, Perwakilan WALHI Devi Indriani, Perwakilan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Robert, para Kades, Perwakikan Perusahaan Koorporate serta aktivis lingkungan.

Pembahasan upaya pelestarian ekosistem lahan gambut secara berkelanjutan itu di sepakati semua pihak, agar kelestarian ekosistem lahan gambut sehingga generasi yang akan datang dapat merasakannya dengan berbagai hayati yang hidup dalam ekosistem tersebut.

Menurut Susilo, salah satu daerah yang menjadi fokus pelestarian gambut di Indonesia adalah Provinsi Riau tepatnya di Kabupaten Kepulauan Meranti, di daerah yang terkenal sebagai penghasil sagu ini akan dijadikan pusat edukasi, penelitian dan pelaksanaan restorasi gabut.

Diakui Susilo, dalam upaya restorasi gambut BRG RI memiliki banyak dana namun sayangnya dana itu tidak bisa disalurkan kedaerah karena tidak banyaknya kelompok yang memasukan proposal kegiatan untuk melestarikan kawasan gambut. "Akhirnya dana itu terpaksa dikembalikan karena tidak bisa termanfaatkan". tambah Susilo.

Susilo juga mendorong kepada kelompok masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengusulkan proposal kegiatan kepada BRG RI sehingga dana yang terhimpun di BRG dapat disalurkan dalam upaya penyelamatan ekosistem gambut.

Dinas LHK Provinsi Riau, Rani menyatakan untuk menyelamatkan ekosistem gambut diperlukan kerjasama atau sinergitas dari semua pihak mulai dari Pemerintah Daerah, Perusahaan kooporate, serta masyarakat. Semuanya harus bahu membahu dan saling dukung dalam upaya pelestaria. Kawasan gambut. Salah satunya dengan memelihara tanaman mangrove yang dapat mengatasi abrasi dan rusaknya kawasan gambut.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Dinas LHK Kabupaten Meranti Hendra Putra, menurutnya dalam upaya pelestrian ekosistem gambut tidak bisa diserahkan kepada Pemda sendiri, tapi harus didukung oleh masyarakat dan koorporasi yang berada disekitar kawasan itu. Misal dalam upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan sehingga tidak semakin meluas dan menyebabkan bencana.

Melibatkan masyarakat dalam pelestarian gambut juga didukung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Meranti Rokaizal, menurutnya, kerusakan ekosistem gambut sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia seperti melakukan pembakaran lahan dna lainnya untuk itu sebagai daerah yang memiliki kawasan gambut luas masyarakat perlu diberikan pengetahuan pentingnya menjaga ekosistem gambut dan yang paling efektif dari sejak dini melalui pendidikan disekolah.

WALHI Riau juga sepakat bahwa kerusakan ekosistem gambut lebih banyak disebabkan oleh ulah manusia yang hanya memikirkan dampak ekonomisnya saja tanpa memikirkan akibat ekologisnya. Untuk itu perlu kesadaran semua pihak muiai dari masyarakat hingga perusahaan yang memiliki konsesi dikawasan ekosistem gambut. WALHI sangat mendukung hadirnya rakyat dalam menjaga lestarinya ekosistem gambut.

"Jangan sampai kita disalahkan oleh generasi yang akan datang karena dinilai gagal melestraikan ekosistem gambut," ujar Devi.

Dalam melestarikan ekosistem gambut diakui memerlukan anggaran yang lumayan besar untuk menutupi kebutuhan anggaran itu dikatakan Robert dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, bisa menggunakan Anggaran Dana Desa. Selama ini banyak desa yang tak berani menggunakan ADD untuk pelestarian ekosistem gambut karena takut, menurut Robert hal itu dapat dilakukan dengan syarat kegiatan itu tekah masuk dalam DPA Desa.

"Dana Desa sangat boleh digunakan untuk restora

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
red_siagaonlinepku@yahoo.com / redaksisiagaonline@gmail.com
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)




Loading...


 
Berita Lainnya :
  • Pemkab Meranti Upayakan Pelestarian Ekosistem Lahan Gambut
  •  
    Komentar Anda :

     
    GALERI FOTO
    Bimtek SMKK Dibuka, Sekdakab Way Kanan Himbau Peserta
     
    ADVERTORIAL
    Jambore Kader PKK Panggung Perekat Silaturahmi Mendorong Kreativitas Dan Inovasi
     
    TERPOPULER
    1 Jokowi Tunjuk Listyo Sigit Sebagai Kapolri, Siap Uji Kelayakan di DPR
    2 Kebersihan Lingkungan Adalah Tanggung Jawab Bersama
    3 Perusahaan Hilangkan Hak Karyawan, Ratusan Buruh PT RGMS Gelar Mogok Kerja
    4 Diduga Perusahan Hilangkan Hak Karyawan, Buruh PT RGMS Gelar Aksi Mogok Kerja
    5 Terkait Penemuan Air Mineral Merk Crystalline Mengandung Kotoran dalam Kemasan, Konsumen Kecewa
    6 Bupati Bungkam?
    Mendagri Diminta Perintahkan Bupati Nias Barat Copot Oknum Kadis Terduga Mesum
    7 Para Pejabat Teras Jajaran Pusterad Diserahterimakan
    8 Kuasa Hukum Ust. Maheer At Thuwailibi Siap Ambil Tindakan Hukum
    9 Manfaat Penyuluhan Kesehatan Langsung Dapat Dirasakan Warga Desa Tujung
    10 PT. Langgam Harmoni Tolak Serikat, Puluhan Karyawan Lakukan Mogok Kerja
     
    Siaga Kepri | Siaga Sumut | Siaga Lampung | Siaga Jawa | Kuansing | DPRD Kuansing | DPRD Tanjung Pinang
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016-2020 PT. Mafis Siaga Pers, All Rights Reserved