Reses Anggota DPRD Pekanbaru, Tampung Keluhan Banjir, Tapal Batas dan Pendidikan
Daerah | Senin, 13 April 2026 21:14:22 WIB
 |
| Anggota DPRD Pekanbaru Syafri Syarif saat menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses di daerah pemilihannya Tuah Madani–Binawidya. |
Siagaonline.com, Pekanbaru - Reses Anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi Golkar, Syafri Syarif SE, dimanfaatkan masyarakat di daerah pemilihannya Tuah Madani–Binawidya untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi.
Dalam kegiatan reses masa sidang kedua tahun 2025/2026 tersebut, Syafri mengungkapkan ada tiga persoalan utama yang paling banyak dikeluhkan masyarakat, yakni banjir, kejelasan tapal batas wilayah, serta kebutuhan fasilitas pendidikan.
Persoalan banjir menjadi perhatian serius warga, khususnya di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kampar. Warga berharap adanya langkah konkret dari pemerintah agar persoalan tersebut tidak terus berulang setiap tahunnya.
“Masalah banjir ini menjadi perhatian utama, khususnya di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Kampar. Warga berharap ada solusi konkret agar persoalan ini tidak terus terjadi,” kata Syafri, Senin (13/4/2026).
Selain banjir, persoalan tapal batas wilayah juga menjadi keluhan masyarakat yang hingga kini belum memiliki kejelasan. Kondisi tersebut berdampak pada ratusan kepala keluarga, terutama yang berada di Kelurahan Sidomulyo Barat dan Sialang Munggu.
Menurut Syafri, ketidakjelasan administrasi membuat masyarakat kesulitan dalam mengurus berbagai kebutuhan, termasuk persoalan pembayaran pajak.
“Warga ini serba sulit. Mau bayar pajak ke Kampar tidak bisa, ke Pekanbaru juga ditolak. Sementara selama ini pembangunan justru berasal dari APBD Pekanbaru,” jelasnya.
Ia menilai persoalan tapal batas tersebut perlu segera dituntaskan oleh pemerintah daerah terkait agar tidak terus merugikan masyarakat.
Di sektor pendidikan, Syafri juga menyoroti minimnya fasilitas sekolah, khususnya di Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani.
Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 44 ribu jiwa, wilayah tersebut hingga kini belum memiliki Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri.
“Ini menjadi persoalan krusial. Dengan jumlah penduduk yang besar, Sialang Munggu belum memiliki SMP negeri. Ini tentu harus menjadi perhatian pemerintah,” tegasnya.
Syafri memastikan seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses tersebut akan diperjuangkan agar dapat direalisasikan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.
“Tentu kami berharap pemerintah kota segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan pelayanan publik,” tutupnya.
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :