Misteri dibalik penganggaran pembangunan proyek Flyover Jalan Basuki Rahmat
Siaga Kepri | Rabu, 22 Maret 2023 13:36:12 WIB
Siagaonline.com, Tanjungpinangn - Pembangunan proyek jembatan Layang (Flyover ) dijalan Basuki Rahmat berdekatan dengan pusat perbelanjaan Ramayana kota Tanjungpinang masih menimbulkan teka tek serta menjadi buah bibir Cemoohan sebagian masyarakat provinsi Kepri khususnya warga kota Tanjungpinang.
Pasalnya, informasi yang diterima,pembangunan proyek Flyover terkesan dipaksakan karena pemprov kepri pinjam dana sebesar Rp 180 Miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).dan memiliki Tenor Rp 18 miliar yang harus dibayarkan setiap 3 bulan sekali.
Sedangkan untuk menalangi Tenor nya di korban gaji tenaga honorer, juga diambil dari dana DAK.
Sementara, dana yang dipinjam Rp 180 Milliar tersebut dianggap salah peruntukan. Karena dana tersebut bukan untuk diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur seperti pembangunan proyek Flyover dan proyek lainnya, melainkan dana berasal untuk pemulihan ekonomi paska Fademi Covid-19.
Dimana proyek ini, dikerjakan oleh PT.Panji Bangun Persada Kalimantan Selatan ,nyerap mata anggaran Rp 58,4Miliar.sebagai konsultan pengawas PT.Adhimascipta Dwipantara Jakarta.
Sumber berita menyinggung beberapa program pembangunan pemprov kepri Terkesan tidak punya Analisis berdampak terhadap perekonomian masyarakat dan juga tidak miliki prinsip berasaskan manfaat kepada masyarakat sebagai penunjang roda perekonomian masyarakat kepri khusus nya masyarakat di kota Tanjungpinang.Hanya hamburkan uang rakyat saja. "Cetus sumber.
Berikut uraian beberapa program pembangunan yang telah terealisasi pembangunannya dari pemerintah provinsi kepri terhitung sejak tahun 2018 sampai 2022.
Proyek Reklamasi gurindam 12 tepi laut menelan anggaran Hampir setengah triliun. proyek pembangunan Flyover jalan Basuki Rahmat menelan anggaran Rp 58.4 Miliar, proyek median jalan Bandara RHF dikota Tanjungpinang yang telan anggaran hampir Rp 40 miliar.
Terkait kebenaran informasi tersebut,Seketaris daerah (Sekda) provinsi kepulauan riau Drs. Adi Prihantara, MM saat dikonfirmasi oleh awak media ini tidak menjawabnya. Begitu juga kepala dinas kominfo kepri Hasan belum memberikan tanggapannya, senin (20/3/23). (Red Tim)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :