Jaro Saiful Kunjungi Pengrajin Tanaman Hias Bonsai dan Ajak Lestarikan Alam Lewat Cinta Tanaman
Siaga Lampung | Senin, 06 Maret 2023 22:23:15 WIB
Foto: Kepala Desa (Jaro) Ruguk Saiful, S.E didampingi Kadus Bandi saat mengunjungi pengrajin budidaya tanaman bonsai Bapak Suyadi, S. Pd di Dusun Harapan, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Senin (6/3/2023).
SiagaOnline.com, Lamsel - Senin (6/3/2023) di Dusun Harapan Jaya, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Kepala Desa (Jaro) Ruguk Saiful, S.E mengunjungi pengrajin budidaya tanaman hias bonsai sebagai bentuk silaturahmi sekaligus edukasi kepada masyarakat untuk melakukan pelestarian lingkungan dengan cara mencintai berbagai jenis tanaman, termasuk salah satunya adalah bonsai.
Kedatangan orang nomor satu di Desa Ruguk yang didampingi oleh Kadus Bandi tersebut disambut hangat dan senang hati oleh pengrajin budidaya tanaman hias Bapak Suyadi, S.Pd di kediamannya di lingkungan Dusun Harapan Jl. Lintas Timur Sumatera KM 5 Desa Sumur.
"Bonsai merupakan miniatur tanaman mempunyai nilai seni dan indah serta bernilai ekonomis sehingga bisa diperjualbelikan. Selain itu mampu memberikan manfaat edukatif kepada generasi muda untuk lebih mengenal beragam jenis tanaman yang tumbuh di wilayah Kecamatan Ketapang," kata Jaro Saiful, S.E usai menghadiri Khatam Al-Qur'an Santri TPQ Assyifa di dusun setempat, Senin (6/2).
Menurut dia, saat banyak pohon yang ditebang akibat alih fungsi lahan sehingga banyak jenis tanaman menjadi langka.
"Saya sangat mendukung kalangan masyarakat yang memiliki kegemaran terhadap tanaman sehingga bermunculan perkumpulan penggemar berbagai jenis tanaman yang menjawab kegelisahan akan kepunahan tersebut," ucapnya.
Dia mencontohkan, salah satu pengrajin tanaman hias di Desa Sumur ini adalah Bapak Suyadi ini yang memiliki komitmen untuk melestarikan tanaman dan lingkungan. Untuk menjadi Pengrajin tanaman hias tidaklah mudah, tetapi orang yang mempunyai jiwa seni yang tinggi serta sifat yang sabar, tekun, ulet serta berimajinasi tinggi.
"Untuk menjadikan tanaman hias bonsai butuh tingkat kesabaran dan ketekunan serta keuletan dan memiliki jiwa seni yang tinggi. Sehingga hasil dari imajinasinya dikaryakan lewat bonsai yang diciptakan. Dan itu tidak semua dimiliki orang. Kita apresiasi yang setinggi-tingginya atas karya Bapak Suyadi ini, " Sambungnya.
Selain itu juga, budidaya tanaman hias bonsai bisa jadi ladang usaha dan lapangan kerja. Karena tanaman hias bonsai memiliki nilai ekonomi dan permintaan yang tinggi. Tidak hanya sebatas menjadi koleksi saja bagi para penghobi.
Namun demikian, budidaya tanaman hias bonsai harus dibarengi dengan keuletan, kreativitas serta inovasi sehingga produk bonsai yang dihasilkan berkualitas serta bernilai tinggi sesuai dengan keinginan pasar. "Manfaatkan segala potensi yang ada untuk meningkatkan perekonomian baik individu, keluarga maupun desa, " Urainya.
Sementara Suyadi, S.Pd selaku pengrajin budidaya tanaman hias bonsai mengatakan ucapan terima kasih atas kunjungan Kepala Desa (Jaro) Ruguk Saiful, S.E bersama Kadus Subandi ke kediamannya. Semoga atas kunjungan tersebut hubungan kekeluargaan dan silaturahmi tetap terjaga.
"Terima kasih atas kunjungannya Pak Jaro. Semoga dengan silaturahmi ini, membawa kebaikan dan keberkahan kita semua. Sesuai kata ustadz dan Hadist Rasulullah SAW tentang manfaat silaturahmi. Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, dan dijauhkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah bertaqwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi " (HR Al-Bazzar, Hakim) , " kata Suyadi.
Suyadi menuturkan tujuannya menjadi pengrajin budidaya tanaman hias bonsai adalah sebagai penenang pikiran dan batin dan tabungan di hari tua, ketika kelak sudah purna bakti dari pengabdian.
"Saya mempunyai konsep hidup harus mempunyai perencanaan pada kegiatan aktivitas dikala usia sudah tidak lagi gagah atau sudah sepuh dan sudah purna tugas dari pekerjaan utama. Kalau sudah terkonsep, tidak akan bingung lagi, apa yang akan kita kerjakan esok hari? Tentu kita tidak bingung lagi, " ungkapnya.
Menurutnya, dengan seni tanaman hias bonsai bisa menumbuhkan kesadaran diri tentang tujuan kita hidup, makna hidup. Sehingga kita bisa mengaplikasikan di kehidupan kita sehari-hari, bisa seperti tumbuhan yang sangat bermanfaat untuk kehidupan seluruh makhluk tuhan di muka bumi ini.
Adapun menggandrungi bonsai menurut penuturannya sejak tahun 1986, sebagai pemula dan tidak terlalu aktif. Di tahun 1988 mulai tumbuh minat disaat membuka stand bersama Komunitas Bonsai dari Kabupaten Pringsewu di acara MTQ Tingkat Nasional ke-12 di Way Halim Bandar Lampung. Lalu di tahun 1992 merantau dan kembali tidak aktif. Dan di tahun 2000 pindah ke Desa Sumur ini, mulai kembali aktif sampai saat ini.
"Untuk menjadi pembudidaya bonsai, butuh Perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Karena untuk menguasai teknik-tekniknya agar kita bisa mengembangkan dan membentuk sesuai keinginan kita, melalui kegagalan. Namun belajar dari kegagalan akhirnya kita bisa mahir menguasai tekniknya, " terangnya.
Berbagai kalangan pencinta bonsai dari berbagai daerah, sudah berkunjung dan belajar di kediamannya Bapak Suyadi. Dan yang dikembangkan adalah berbagai jenis tanaman. Namun saat ini, adalah jenis tanaman santigi yang bernama latin Pemphis acidula. Dan pohon santigi dikenal juga dengan sebutan centigi, drini, mentigi, canttingi, setigi, santigi dan santiki.
Pohon santigi umumnya tumbuh di alam liar. Menurutnya habitatnya, pohon santigi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu pohon santigi yang hidup berpasir, dan pohon santigi yang tumbuh di pantai dengan bebatuan berkarang.
"Kita budidaya santigi sekitar ada 9 ragam jenis. Dan ada yang langsung kita beli dari NTB dengan jenis Santigi Mawar untuk kita kembangkan disini. Dan untuk kita ketahui ternyata santigi ada sekitar 17 jenis, "jelasnya.
Masih dikatakan Suyadi seni budidaya bonsai tidaklah mudah seperti apa yang kita lihat. Namun wajib menguasai teknik yang berbeda-beda di setiap jenis tanaman. Artinya "apapun sekecil apapun profesi, kalau kita tekuni yakinlah ada hasilnya. Itu sebagai motivasi bagi pemula dan umumnya masyarakat kita, " pungkasnya.
Dari pantauan dilapangan, nampak di halaman kediamannya Bapak Suyadi, sejuk dan segar. Karena baris tanaman bonsai yang lagi dibentuk maupun yang lagi dikembangkan melalui teknik cangkok. Dan jika anda berminat ingin memiliki ataupun mau belajar, maka datanglah ke kediamannya. Insya Allah ilmunya akan ditukar. Karena menurutnya hal tersebut, bukanlah saingan. Tetapi sebagai amal jariyah (ilmu yang bermanfaat).
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)