Lembaga LP-KPK Soroti adanya Dugaan Korupsi Dana Alokasi Khusus Di SDN 1 Slamet
Siaga Jawa | Rabu, 16 November 2022 15:03:30 WIB
Siagaonline.com, Malang - Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah Dan Keadilan atau yang biasa di Singkat dengan (LP-KPK), Kali ini soroti pembangunan perpustakaan Di SDN 1 SLAMET Kec.Tumpang kabupaten Malang, Terkait adanya dugaan
Mark up atau Korupsi Dana alokasi khusus (DAK), Rabu 16 November 2022.
Proyek perpustakaan yang dibangun dengan mengunakan anggaran dari pemerintah sebesar Rp 200.000.000 (Dua ratus juta rupiah), untuk pembangunan perpustakaan dan perabotanya, yang sumber pembiayaan Dari DAK, untuk mencapai sasaran pembangunan pendidikan sekolah dasar adalah dana alokasi khusus (DAK) fisik. DAK fisik ini dimaksudkan untuk mendanai kegiatan khusus yang menjadi urusan daerah, dan merupakan prioritas nasional sesuai dengan fungsi yang merupakan perwujudan tugas pemerintahan di bidang tertentu. Khususnya dalam upaya pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan dasar masyarakat.
DAK fisik tahun anggaran 2022 saat ini pelaksanaannya sedang berjalan mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Salah satunya adalah Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Nomor 3 Tahun 2022 tentang Petunjuk Operasional DAK Fisik Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2022.
Arah kebijakan DAK fisik tahun 2022 masih sama dengan sebelumnya yaitu untuk wajib belajar Pendidikan 12 tahun.
Kebijakan DAK Fisik Bidang Pendidikan Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Direktorat Sekolah Dasar.
Namun dari Temuan LP-KPK Dilapangan, Nampak ada yang kurang terbuka soal Proyek di SDN 1 SLAMET Desa Slamet Kec. Tumpang Kab.Malang.
Kucuran dana yang cukup besar ini menurut Didik suryanto Dari Lp-kpk komda jatim dinilai tidak sesuai dengan Spek.
Pasalnya, Salah satu Matrialnya sendiri ternyata Mengunakan bahan dari limbah Batu bara (Ple'as) yang fungsi kekuatanya sama sekali tidak menjamin karen sangat mudah keropos.
Saat dikonfirmasi langsung ke pihak sekolah, (Yusuf) Salah satu guru menjelaskan jika kekuatan Bahan matrial dari fle'as malah sangat Bagus.
"Saya rasa Fle'as sangat Bagus , karena paku saja tidak mempan" terang yusuf keawak media Sembari melarang tim untuk untuk merekam perbincangan tersebut.
"gak usah direkam mas,? takutnya nanti saya salah bicara, karena semua ini yang menjadi penanggung jawab proyek adalah pak Bambang selaku kepala sekolah, namun beliaunya saat ini kondisinya sedang sakit," Jelasnya.
Memang dari fisik bangunan tersebut belum selesai 100% , karena pintu dan cendela belum terpasang, Namun yang menjadi kejanggalan adalah, jika memang nantinya proyek tadi telah rampung seluruhnya, masa anggaranya harus menelan dana sebesar itu, sungguh luar biasa.?
Ditempat yang sama, Didik suryato juga sangat menyayangkan, kenapa anggaran dari pemerintah sebesar itu masih harus mengunakan matrial dari jenis limbah Batu Bara (Fle'as),Dan apakah itu sesuai Di RAB ( Rencana anggaran belanja).
Saat tim bertandang langsung ke rumah kepala sekolah SDN 1 Slamet,
(BAMBANG) ternyata Bambang sendiri memang dalam keadaan sedang sakit yang diduga terserang gejala struk ringan, dan masih belum bisa di konfirmasi secara langsung,
"kami dari LP-KPK Sanggat mendukung program dari pemerintah, Namun kami juga harus tetap kritis pemerintah, Dana alokasi khusus atau DAK, Sebesar Rp 200 000 000 saya rasa mampu menghasilkan bangunan yang berkualitas, dan tanpa harus mencampur matrial Dari limbah batu bara atau Fle'as.
Dan Kami juga akan segera mengkonfirmasi Lngsung ke pemerintah Daerah (PEMDA) Terkait dengan proyek di SDN 1 SLAMET , Karena kami curiga, bahwa ada dugaan Mar'up anggaran oleh oknum Di sekolah dasar tersebut," Tandas Didik suryanto.
Bersambung. (Tim)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :