Terkait Tragedi Kanjuruhan Ketua Pemuda Lira Malang Siap Bentuk Tim Investigasi Independent
Siaga Jawa | Senin, 03 Oktober 2022 09:54:20 WIB
SiagaOnline.com, Malang - Dunia sepak bola berduka, Stadion Kanjuruhan Malang menjadi saksi bisu terjadinya tragedi maut yang merenggut tarusan korban jiwa (1/10/2022). Salah seorang saksi mata mengatakan bahwa korban berjatuhkan karena tak tahan menghirup gas air mata dan banyak juga yang meninggal karena terinjak-injak. Ini bukan kerusuhan supporter, memang benar ada beberapa supporter yang turun ke lapangan tapi itu hanya untuk memberi semangat kepada para pemain arema karena para pemain meminta maaf kepada supporter atas kekalahannya.
Tercatat hingga berita ini diturunkan sudah ada 187 orang dinyatakan meninggal dunia. Sebagian besar meninggal di rumah sakit. Hal ini membuat prihatin Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pemuda LIRA Kota Malang Didik Lestariyono, S.H., M.H.,
" Saya meyakini bahwa aparat telah berupaya maksimal dalam mengamankan supporter, namun fakta berkehendak lain. Agar tidak terjadi kesimpangsiuran di tengah masyarakat maka saya akan membentuk Tim Investigasi Independent yang terdiri dari Anggota DPD Pemuda LIRA dan dari LSM-LSM gabungan yang ada di Kabupaten Malang yang tujuannya adalah membuat terang duduk perkara yg menyebabkan banyak korban ini ", ujar Didik.
Didik menduga ada kesalahan prosedur yang dilakukan oleh panitia penyelenggara. jika kemudian Panpel (Panitia Pelaksana) tidak profesional dalam menyelenggarakan pertandingan ini maka DPD Pemuda LIRA Kota Malang tidak akan segan-segan melaporkan panitia penyelenggara kepada pihak yang berwajib. Namun saya tetap menghormati asas praduga tak bersalah. Semoga hal ini tidak akan terjadi lagi untuk yang ke sekian kalinya. Tujuan dilakukannya investigasi adalah untuk menemukan fakta yang seterang-terangnya, yang nantinya akan dipergunakan untuk dilakukan segala langkah hukum yang dipandang perlu demi keadilan kemanfaatan dan kepastian hukum khususnya terhadap para korban ", ungkap Didik yang juga merupakan berprofesi sebagai advokat ternama di Malang.
Lebih lanjut Didik juga menyampaikan, " Sepak bola merupakan olahraga yang tidak dapat dipisahkan dari hati warga Malang, namun Sepak Bola tidak boleh melebihi harga Nyawa. Jika sepak bola lebih mahal dari nyawa, maka kami memilih hidup tanpa sepak bola. Sepak bola seharusnya menjadi pertandingan penuh sportivitas, tak ada satu nyawa manusia pun yang pantas hilang demi sepak bola. Sepak bola hanyalah hiburan, jangan jadikan sebagai kuburan. Semoga menjadi pembelajaran kita bersama agar kejadian seperti ini tak terulang kembali. Turut berduka atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan ", Pungkasnya saat memberikan keteranganya Minggu (02/10/2022). (Tim)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :