Tolak Kenaikan BBM Jilid II Di Padang Sidempuan, Seribuan Massa Kepung Gedung DPRD
Padang Sidempuan - Demo tolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jilid II di Padang Sidempuan, kali ini ribuan massa yang tergabung dari BEM Se - Padang Sidempuan kepung kantor DPRD, Kamis, 08 September 2022.
Tiba di gerbang halaman kantor DPRD sekira pukul 14. 30 Wib, para demonstran dari UIN Syuhada, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Aufa Royhan, Universitas Graha Nusantara, Institut Perguruan Tinggi Tapanuli Selatan, dan BEM Darmais, langsung serentak mengucapkan "Sumpah Mahasiswa".
Selanjutnya para mahasiswa mulai berorasi menyuarakan aspirasi menentang kebijakan Pemerintah yang mengurangi subsidi BBM sehingga berimbas kepada kenaikan harga bahan pangan lainnya.
Pengunjuk rasa juga terlihat membawa poster - poster diantaranya bertuliskan , " Harga BBM Naik Rakyat Tercekik". Selain itu juga terbentang spanduk bertuliskan " Gedung Ini Disita Mahasiswa"
Sekitar 30 menit berorasi sejak tiba, tampak ketua DPRD Kota Padang Sidempuan Siwan Siswanto didampingi anggota lainnya menghampiri pengunjuk rasa.
Dari atas mimbar mahasiswa terus berorasi dihadapan para anggota DPRD sembari melemparkan Korek Kuping ke jalan sebagai kiasan anggota DPR kupingnya telah rusak dalam mendengar jeritan hati rakyat.
Kepada DPRD Kota Padang Sidempuan, massa meminta agar bisa bersama - sama rakyat menyatakan sikap menolak kenaikan BBM.
Ketua DPRD Siwan Siswanto yang berkesempatan menanggapi aspirasi mahasiswa mengatakan dari atas mimbar, DPRD Kota Padang Sidempuan bersama BEM Mahasiswa menolak kenaikan BBM.
" Mekanisme di DPRD adalah azas musyawarah, mufakat dan voting. Setelah mendengar tanggapan dari 7 fraksi yang ada di DPRD Kota Padang Sidempuan ada 4 fraksi yang menolak antara lain fraksi Demokrat, Fraksi Gerindra, fraksi Golkar dan Fraksi PAN menyatakan menolak sedangkan yang lainnya tidak ada tanggapan." Ujar Siwan Siswanto yang juga politis partai Golkar di hadapan pengunjuk rasa.
Pantauan wartawan, sekitar 2 (dua) jam berlalu massa berorasi suasana di warnai debat antara mahasiswa dengan para anggota DPRD.
Untuk diketahui, jalannya demo penolakan kenaikan BBM dari massa BEM Se Padang Sidempuan dikawal ketat oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia dan TNI.
Informasi yang dihimpun dari Polres Padangsidimpuan, untun mengawal demo ini Polri terjunkan personil sebanyak 557 Personil.
" Dalam pelaksanaan pengamanan unjuk rasa mahasiswa terkait kenaikan BBM ini pihak kepolisian menurunkan 557 personil," ujar Kasi Humas Polres Padang Sidempuan, AKP Maria Marpaung.
Adapun rinciannya Personil yang BKO antara lain :
- Brimob 81 Personil
- Polres Sibolga 20 Personil
- Polres Toba 32 Personil
- Polres Tapteng 14 Personil
- Polres Taput 30 Personil
- Polres Tapsel 200 Personil.
Massa mulai membubarkar diri sekira pukul 17.30.Wib dengan tertib.(Amils)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :