Lestarikan Tradisi, Warga RW.05 Desa Kelaten Sambut Bulan Suro dengan Menggelar selamatan Tolak Bala
Siaga Lampung | Sabtu, 30 Juli 2022 11:22:05 WIB
Tokoh adat, Warsidi beserta Bayan dan masyarakat warga RW.05 Desa Kelaten, Kec. Penengahan menyambut bulan Suro dengan menggelar keselamatan tolak bala
SiagaOnline.com, Lamsel - Pergantian tahun baru Hijriah atau dalam kalender Jawa disebut bulan suro. Di beberapa tempat bulan suro menjadi ajang syukuran untuk menggelar selamatan kampung. Seperti yang dilakukan oleh warga masyarakat Dusun Sidomakmur RT.01, RT.02, RW.05 Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jum'at malam (29/07/2022).
Puluhan warga, mulai dari anak-anak hingga dewasa, baik perempuan maupun laki-laki berkumpul di jalan desa, Gg. Krisna Dusun Sidomakmur RT.02 untuk selanjutnya mereka mendengarkan tokoh adat setempat menceritakan sejarah tentang makna dan arti peringatan bulan Suro dengan duduk dan berdiri menghadap hidangan makanan yang disusun panjang di jalan.
Kepala Dusun atau Bayan padukuhan Sidomakmur, Wantoni diawal acara mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan sodakoh warga dalam melestarikan tradisi budaya dalam menyambut bulan suro pada penanggalan bulan jawa. Ia berharap dengan digelarnya acara syukuran ini, padukuhan Sidomakmur bisa dijauhkan dari bala serta dijauhkan dari berbagai penyakit," ucap Bayan Wantoni.
Selanjutnya, tokoh adat jawa padukuhan Sidomakmur, Warsidi dalam mengikrarkan peringatan menyambut bulan suro, dengan bahasa jawa menceritakan tentang sejarah dan makna simbol ritual malam 1 Suro tradisi jawa dan Islam yang didengarkan dengan seksama oleh seluruh warga. Istilah malam 1 Suro adalah nama lain dari malam 1 Muharam dalam penanggalan Hijriah. Dalam tradisi Jawa bulan Suro dianggap sakral. Sehingga ada banyak pantangan yang tidak boleh dilanggar. Untuk itulah leluhur kita dulu mempunyai metode sebagai penangkal bala dan keselamatan dengan ritual bulan Suro.
Dengan panjang lebar, Warsidi pria kelahiran 1952 selaku tokoh adat padukuhan Sidomakmur memaparkan makna dan hubungan manusia dengan tuhan dan makhluk tuhan serta hukum alam semesta. Ia berharap dengan menggelar keselamatan pada bulan Suro ini, seluruh warga Desa Kelaten, khususnya padukuhan Sidomakmur diberkahi oleh Allah SWT dengan keselamatan, dan dijauhkan dari berbagai musibah. Serta ia berharap generasi penerusnya bisa tetap melestarikan tradisi budaya adat Jawa," harap Warsidi dengan memakai blangkon dan kemeja surja yang bermotif bunga-bunga.
Tradisi peringatan menyambut bulan Suro untuk padukuhan Sidomakmur, memang rutin digelar oleh warga setempat bekerjasama dengan Bayan, RT, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Hal tersebut sekaligus ajang silaturrahmi antar warga, serta belajar dermawan dengan bersodakoh makanan untuk didoakan dan dibagikan kepada seluruh masyarakat lingkungan setempat sebagai wujud syukur atas rezeki yang telah didapatkan.
Selanjutnya, kegiatan diakhir acara dengan ditutup doa keselamatan oleh tokoh agama setempat, Bapak Kasyanto dan warga kompak membaca kalimat aamiin, serta memohon ampun kepada Allah SWT. Dalam kegiatan tersebut salah satu warga bernama Jumini (62) warga padukuhan Sidomakmur RT.01 mengaku, selamatan kampung tersebut rutin dilaksanakan tiap tahun menyambut bulan Muharam atau bulan syura dalam kalender Jawa. Dimaksudkan, agar tahun baru ini warga di kampungnya diberikan berkah dan keselamatan oleh Allah SWT.
Selamatan kampung ini juga sekaligus sebagai media silaturahim untuk menjaga kerukunan antar warga kampung,†katanya Kepala Desa Kelaten, Ustadz Toto yang hadir dalam selamatan tersebut di wajibkan satu sama lain saling bersalaman dan bermaafan. Agar tidak ada lagi warga kampung yang tidak saling bertegur sapa antara satu dengan yang lain. Dengan begitu, warga kampung akan bersatu guna mewujudkan pembangunan kampung dan lingkungan setempat.
Usai tasyakuran ditutup dengan membaca doa bersama yang dipimpin ulama setempat. Kemudian warga berebut makanan yang sudah diberkahi yang sudah dikumpulkan oleh masyarakat. anak-anak, dan orang tua bercampur berebut berkah hidangan tersebut di tengah jalan untuk dibawa pulang kerumah. “Ini wujud rasa syukur kami setelah satu tahun, diberikan kesehatan dan bertemu kembali dengan tahun baru islam,†pungkas salah satu warga setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Kelaten, Ustadz Toto, Kadus atau Bayan padukuhan Sidomakmur, Wantoni, RT.01 Feri Sajito, RT.02 Slamet Widodo, Tokoh adat Jawa padukuhan Sidomakmur, Warsidi, tokoha agama, Kasyanto, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta seluruh warga padukuhan Sidomakmur. (Alfian)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)