Pimpinan Nikita Group Hotel dan Warga Menyanggah Krisis Air Bukan Saja Karena Membludaknya Pengunjun
Daerah | Jumat, 27 Mei 2022 07:13:15 WIB
SiagaOnline.com, Bukittinggi - Pimpinan Nikita Group Hotel Vina Kumala menyanggah, Krisis air bukan saja karena membludaknya pengunjung saja, tapi ada faktor lain juga seperti debit air , alat2 penunjang seperti pipa dan jalur aliran air nya itu perlu diperhatikan oleh PDAM, Jum'at (26/05/2022).
Sebagaimana Keterangan yang di dapat awak media dari Direktur PDAM kota Bukittinggi, Budi Suhendra,ST, Kurangnya debit air bersih (PAM) di kota Bukittinggi saat ini menjadi topik pembicaraan di tengah-tengah masyarakat, diruang kerjanya.
Budi mengatakan, Itu tidak lebih dari kebutuhan dan ketersediaan air baku di PDAM kota Bukittinggi. Sebagaimana kita ketahui jumlah pengunjung di kota Bukittinggi pada saat libur lebaran Ini mencapai angka 400 ribuan pengunjung.
"Data terakhir yang kami dapatkan dari H.Sapril anggota DPRD kota Bukittinggi, seperti hotel NIKITA, biasanya kamar yang dobel bed, itu untuk 4 orang sekarang bisa 6 orang karena membawa anak-anak yang lebih boros mandi nya, sedangkan air yang masuk ke meteran dari pipa induk segitu juga, tapi kebutuhan kamar itu berbeda-beda," terang Budi.
"Di tempat terpisah Vina kumala sebagai Pimpinan Nikita Group Hotel menyanggah, Krisis air yang dialami masyarakat kota Bukittinggi bukanlah karena meningkatnya kunjungan tamu saja, akan tetapi ada faktor lain juga seperti debit air, alat-alat penunjang seperti pipa dan jalur aliran air nya itu perlu diperhatikan okeh PDAM," terang Vina.
Bukti nya ada hotel yang harus membeli air tangki karena tidak ada air PDAM mengalir, tapi tetap membayar restribusi air setiap bulan ke PDAM.
"Dan saya berharap pihak PDAM Tirta Jam Gadang perlu menggaris bawahi akan hal itu, Jangan sampai masyarakat salah persepsi tentang air ini yang dikarenakan membludaknya tamu hotel, seakan air disedot oleh pihak hotel," tutup Vina.
Sedangkan Zulfa, seorang warga Bukittinggi mengungkapkan kekesalannya karena air dari PDAM Tirta Jam Gadang sering tak mengalir. Bahkan beberapa minggu belakangan ini sama sekali tidak menetes.
"Saya terpaksa beli air lewat mobil tangki dua hari sekali. Setiap beli Rp100 ribu," keluhnya,
Ia mengaku pernah menanyakan hal itu kepada pihak PDAM Bukittinggi, namun jawaban pegawai PDAM tidak memuaskan dan terkesan asal jawab.
"Kata pegawai PDAM air dari Sungai Tanang menyusut," ujar Zulfa, seorang bidan di Bukittinggi, mengutip jawaban pegawai PDAM Tirta Jam Gadang.
Menanggapi hal itu, Ketua Yayasan Nagari Sungai Tanang Yusrizal Karana mengatakan, debit air di Sungai Tanang masih dalam keadaan stabil dan tidak mengalami penyusutan.
"Sumber air Sungai Tanang, katanya, berasal dari perut bumi yang memancar ke permukaan. Karena itu, mata airnya tidak terpengaruh oleh musim hujan atau musim kemarau," ucap Yusrizal
Namun hal itu, katanya, tidak lebih dari kebutuhan dan ketersediaan air baku di PDAM kota Bukittinggi.
"Jadi tidak benar kalau debit air Sungai Tanang menyusut," tandasnya. (Nia)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :