Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bukittinggi Aldiasnur Mengapresiasi Program Pengolahan Sampah Sendiri
Daerah | Jumat, 22 April 2022 14:27:01 WIB
SiagaOnline.com, Bukittinggi - Camat MKS, Mihandrik, S.SPt. M. Camat MKS telah menciptakan Program Pengolahan Sampah sendiri yang diberi nama SAMPOLARI, program ini baru sebatas Sosialisasi kepada Masyarakat yang mana sosialisasi ini baru dilaksanakan di Kelurahan Garegeh, Kamis (21/04/2022).
Program ini tercipta karena semakin meningkatnya Volume sampah yang ada di Bukittinggi yakni sekitar 115.95 Ton/hari, sedangkan Sampah Rumah Tangga menyumbang sebesar 0.93% yang seharusnya cuma 0.10%
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bukittinggi Aldiasnur mengatakan, sampah terdiri dari dua bagian yakni sampah organik dan sampah anorganik, sampah anorganik ini bisa diolah untuk Industri Rumah Tangga. Sebenarnya seluruh jenis sampah ini bisa diolah sendiri di lingkungannya.
"Dimana Rasio sampah rumah tangga di Bukittinggi masih besar bisa mencapai 0.95 kg/org/hari. Sementara toleransi nasional itu adalah 0.70kg/org/hari berarti sudah melebihi batas ambang toleransi. Kita tidak bisa membahas tentang asal – usul kelebihan Volume sampah tersebut," terangnya.
Aldiasnur menambahkan dengan adanya Program Sampolari dari Camat MKS tersebut cukup bagus dan sangat membantu kami, akan tetapi perlu digaris bawahi juga,sejauh mana program ini di back up oleh anggaran yang ada di Kecamatan beliau sedangkan dari Dinas DLH sendiri anggaran sampah tersebut adalah dari TPS ke TPA, itu membutuhkan anggaran yang sangat besar.
"Untuk sampah organik kami mengolah untuk pembuatan kompos dan pembuatan Magot dan itu membutuhkan biaya yang sangat besar. Jadi kesimpulannya tentang permasalahan sampah ini butuh partisipasi dan kesadaran masyarakat, apakah sampah ini mau diolah sendiri atau diangkut anggota DLH," imbuhnya
Apalagi Program yang di buat oleh Camat MKS ini sangat bagus sekali untuk memberikan sosialisasi mengenai pengolahan sampah sendiri kepada masyarakat, kalau bisa program ini jalan sampai tuntas jangan setengah setengah seperti Program Bank Sampah dulu, sampai sekarang program Bank sampah ini tidak jalanâ€. ungkap Aldiasnur.
"Sementara itu mengenai PPSU Kelurahan yang dibentuk oleh Camat MKS, Aldiasnur mengatakan, “adapun Tupoksi dari PPSU ini adalah untuk membenahi sarana dan prasarana TPS yang ada di masing – masing Kelurahan. Mengenai anggarannya ditanyakan langsung ke pihak yang terkait karena tidak ada wewenang dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bukittinggiâ€. Pungkas Aldiasnur. (Nia)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :