SiagaOnline.com, Bukittinggi - Camat MKS, Mihandrik, SSTP MSi, membuat terobosan baru dalam penanganan sampah ini yang disebut “SAMPOLARI†(Sampah Olah Sendiri).
Pengelolaan Sampah merupakan salah satu permasalahan yang ada di Kota – kota besar termasuk Bukittinggi sebagai Kota Wisata.
Bukittinggi yang merupakan Kota yang sering dikunjungi oleh Wisatawan baik Mancanegara maupun wisatawan lokal.
Dengan banyaknya pengunjung dan julukan Kota Wisata tadi, otomatis Kota Bukittinggi merupakan salah satu Kota penghasil sampah terbesar dan itu merupakan masalah yang paling utama di kota-kota besar lainnya.
Berdasarkan Data yang diperoleh dari Dinas Terkait Jumlah Sampah per hari di Bukittinggi sekitar 115.95 Ton perhari,
untuk Pembuangannya hanya ada 1 TPA yang ada di Payakumbuh dan itu pun hampir penuh, ditambah lagi lahan baru untuk pembuangan sampah Bukittinggi belum ada.
Dengan Permasalahan diatas Camat MKS, Mihandrik, SSTP MSi membuat terobosan baru dalam penanganan sampah ini yang disebut “SAMPOLARI†(Sampah Olah Sendiri) berbasis Rumah Tangga, 18 April 2022.
Mihandrik mengatakan," dalam wawancaranya dengan awak media, Program SAMPOLARI adalah Program Olah Sampah Sendiri berbasis Rumah Tangga dan Pemberdayaan masyarakatnya serta keterlibatan masyarakat dalam pengolahan Sampah," ujar Mihandrik.
"Dimana program SAMPOLARI ini hasil Survey yang dilakukan BAPPENAS beserta Tim yang mana Sampah Rumah Tangga itu berkisar antara 52,36%, dan sampah Non Rumah Tangga berkisar antara 47,64% maka kecamatan MKS," terangnya
menginisiasi terobosan baru yaitu mengaplikasikan Optimisasi Sistem SAMPOLARI di masing – masing Rumah Tangga yang ada di Kecamatan MKS dan adapun sebagai Pilot Projek program ini kita baru mengambil Sampel di Kelurahan Garegeh.
Camat menambahkan di kelurahan Garegeh ini kita sudah mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Program SAMPOLARI ini. dan Alhamdulillah warga di kelurahan Garegeh ini sudah mulai melaksanakan Program ini," ucapnya
Teknis dan cara Kerja dari Program SAMPOLARI yaitu, didalam lingkungan Rumah Tangga kita memiliki 2 jenis Sampah yakni sampah Organik dan Sampah AnOrganik, kalau warga menyadari bahwa sampah organik bisa berguna untuk tanaman dan sampah anorganik ini bisa dijual kiloan
Maka secara logikanya akan berkurang tumpukan sampah yang akan dibawa oleh PPSU (Petugas Pengambil Sampah Umum) ke TPA.
Ia berharao," Mudah – mudahan dengan adanya Program SAMPOLARI ini, pengelolaan Sampah di kota Bukittinggi bisa dikendalikan dan bisa ditertibkan. Pungkas Mihandrik. (Gusnia)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :