Inspiratif Usaha Sekdes Sukatani Tanam Semangka dan Cabe Tingkatkan Ekonomi Keluarga
Siaga Lampung | Minggu, 17 April 2022 15:41:52 WIB
|
Sekdes, Adi Dwi Triyono didampingi sang nyonya saat menimbang buah semangka yang dibeli oleh pengecer dari Kecamatan Palas.
|
SiagaOnline.com, Lamsel - Meski terbilang baru terjun di dunia pertanian, tidak membuat Sekretaris Desa (Sekdes) Sukatani, Adi Dwi Triyono meninggalkan pekerjaan utamanya, yakni mengabdi sebagai aparatur desa. mas Adi, panggilan akrabnya merintis usaha budi daya semangka dan cabai dan timun suri sekitar tiga tahun yang lalu.
Mengelola lahan pertanian seluas 1,5 hektare, dengan budidaya holtikultura saat ini, bisa menopang perekonomian keluarganya. Pasalnya, kalau mengandalkan insentif dari pengabdian di desa, tentu akan membuat perekonomian keluarga megap-megap. Karena tiga bulan sekali baru terima insentif. Dengan bertani, hasil panennya dari 3 jenis yang ditanam, kelelahan dan cucuran keringat terbayar.
“Alhamdulillah, kita panen pas di bulan ramdhan, berkahnya kita dapatkan. Karena hasil pertanian kita yakni, Semangka, Cabai dan timun suri bagus. Sehingga begitu kita panen langsung diborong oleh para bakul dan pengecer dari luar kecamatan. Sehingga kelelahan dan cucuran keringat terbayar," ujar Adi Dwi Triyono kepada SiagaOnline.com di kediamannya di Jl. Ki Suntara, 002/001 Desa Sukatani, Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (17/04/2022).
Menurutnya, budidaya semangka untuk modal lebih ringan dibanding menanam cabai dan tomat. Karena tidak perlu pakai lanjar karena menjalar. Lalu mengolah lahan juga tidak terlalu sulit, apalagi membuat bedeng untuk tanamannya. Dari lahan seluas 1/2 hektar budidaya semangka bisa menghasilkan 4 ton buah semangka manis.
"Tujuan bertani adalah untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan amal ibadah seperti setiap panen, semua warga lingkungan akan kita bagi, untuk merasakan nikmatnya buah hasil budidaya holtikultura kita tanam," paparnya.
Lanjut Sekdes Adi menuturkan, lahan yang digarap 1,5 hektar adalah sewa selama satu tahun. Kuncinya kalau bertani harus senang dulu serta sabar. Sehingga pekerjaan yang berpeluh keringat dan berpanas-panasan, tak jadi persoalan. Malah menambah semangat agar hasil bagus dan bisa menjadi inspiratif buat kaum milenial.
"Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) memang dibutuhkan di era zaman serba modern saat ini. Jika keduanya dimiliki oleh para pemuda, maka petani di seluruh pelosok akan maju dan sejahtera. Sehingga tak perlu lagi merantau ke kota (urbanisasi)," terangnya.
Budidaya Semangka punya potensi besar. Di usia 55 hari bisa panen. Dan harganya stabil, yakni untuk jenis non biji Rp. 6000 per kg. Sedangkan untuk semangka biji Rp. 5000 per kg. Sehingga bisa buat sumber penghasilan selain kita bekerja di desa. Sementara kalau harga cabai fluktuatif, namun jelang hari raya Idul Fitri ini, kita berharap harga cabai akan meningkat.
“Sebagai petani yang sangat baru, mimpi saya bisa menularkan kepada generasi muda, agar senang bertani dengan semangat dan tekad kuat, saya rasa petani muda wajib mengembangkan kualitas dan cara bertani sehingga taraf kesejahteraan petani akan meningkat,†pungkasnya. (Alfian/Mu'min)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :