P3APPKB Kota Bukittinggi Geram Kejadian Pencabulan Ayah Kandung
Daerah | Selasa, 05 April 2022 10:36:03 WIB
SiagaOnline.com, Bukittinggi - Baru 42 hari ditinggal mati isteri seorang ayah cabuli anak kandung, P3APPKB Bukittinggi bereaksi cepat bantu korban melalui Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi, memberikan bantuan konseling dan phisykologi pada korban pencabulan, Senin (4/4/22).
Kejadian Pemerkosaan ini mengheboh kan warga Kota Bukittinggi yang sedang menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan. Kejadian ini terjadi tepatnya di Kelurahan Pulai Anak Air, yang mana Korban ini baru saja ditingal mati oleh Ibu Kandungnya 2 Bulan yang lalu.
Kabid PPA Yeni Astuti, wakilli Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi dalam hal ini mengatakan," bahwa reaksi cepat yang kami lakukan untuk membantu korban, dengan cara melakukan Tindak lanjut Penanganan kasus anak korban kekerasan seksual bersama tim UPPA POLRES BUKITTINGGI, DP3APPKB, Pemerintah kelurahan PAA , Babinsa, Sakti Peksos Dinsos dan Tim Advokat.
"Yeni Astuti menambahkan, Koordinasi dengan tim advokat merupakan upaya bantuan pendidikan lanjutan dari pesantren Daarul muhaydin penyalaian bersedia untuk menanggung biaya sekolah gratis untuk anak korban kekerasan seksual, dan upaya pembentukan APSAI dibantu tim advokat utk mengadvokasi dlm rangka pemenuhan hak dan perlindungan anak khususnya ABH," ujarnya.
Adapun kesimpulan Reaksi Cepat yang kami Lakukan dari Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas P3APPKB Antara lain, Kegiatan pertemuan keluarga dan Korban di UPPA POLRES dihadiri pihak terkait, Keluarga dan korban membuat BAP (Berita Acara Peristiwa), Korban diasuh Tante di Padang luar dan tim sudah mencatat kontak person keluarga dan pihak keluarga bersedia korban untuk dilakukan terapi secara psikologis sampai tuntas, Korban sekaran masih duduk diKelas 6 SD dan sudah selesai ujian tinggal tugas keterampilan, Korban akan di fasilitasi bantuan biaya pendidikan dari BAZNAS, bantuan biaya hidup, dan bantuan dari dunia usaha untuk biaya hidup, dan untuk sekolah lanjutan biaya gratis pendidikan sampai tamat dari pesantren Darul Muhaydin, Tempat tinggal awal di kelurahan pula, anak air ngontrak dan sekarang sdh di pindahkan barang semua ke padang luar sejak pelaku ( ayah korban) di penjara," ungkap Yenni mengakhiri
Sementara itu ditempat yang sama Lurah Pulai Anak Air, Indra Sukma mengatakan, Kami Pemerintah Kelurahan setempat telah melakukan pengawasan bersama pihak terkait seperti Dinas P3AAPPKB, Babinsa dan tim UPPA POLRES, advokat, Peksos Dinsos Kota Bukittinggi.
Indra Sukma juga mengatakan, kami dari seluruh tim yang terkait dalam kasus ini akan terus memantau dan memberikan bantuan kepada korban dalam hal terapi phisikologi, mudah-mudahan trauma Korban cepat teratasi dan kalau bisa Korban secepatnya kembali pulih dari trauma yang dialaminya.pungkas Indra mengakhiri. (Nia)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :