Walikota Bukittinggi Apresiasi Pembinaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat LKAAM Se-Kecamatan
Daerah | Rabu, 23 Maret 2022 14:48:00 WIB
SiagaOnline.com, Bukittinggi – Walikota Bukittinggi H. Erman Safar, SH, didampingi Camat Guguak Panjang Yelrizon, SH. hadiri kegiatan silaturrahim pengurus Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) dan Bundo Kanduang se-Kecamatan Guguak Panjang, di Kantor Camat Guguak Panjang, Sabtu (23/03/2022).
Dalam sambutannya, H. Erman Safar mengapresiasi dan mengucapkan selamat bersilaturrahim dalam cara pembinaan lembaga pemberdayaan masyarakat kepada seluruh pengurus LKAAM dan Bundo Kanduang Kecamatan Guguak Panjang.
Selain silaturahmi, acara pembinaan lembaga pemberdayaan masyarakat Kecamatan Guguk Panjang ini juga diisi ceramah adat oleh Mak Katik dengan tema “Bacarito Adat jo Makan Bajamba, Dalam Rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1443 H.†Dihadiri pengurus LKAAM dan Bundo Kanduang se-Kecamatan Guguk Panjang.
Yelrizon Sabirin, S.H. selaku Camat Guguk Panjang dalam keterangannya dia berharap dengan adanya acara ini dapat memperkuat visi Bukittinggi Hebat dalam Agama dan Adat.
“Sinergisitas antara Pemerintah Kota Bukittinggi dengan LKAAM dan Bundo Kanduang harus tetap dipertahankan karena kedua lembaga adat ini memiliki peran yang sangat besar dan efektif dalam membangun Kota Bukittinggi menjadi lebih baik lagi,†terangnya.
Ia juga menjelaskan," krisis budaya telah mulai mengikis kelestarian adat budaya yang merusak generasi muda Minangkabau. Dunia telah dirasuki budaya merusak yang menjangkiti anak muda kita. Pergaulan negatif sangat mencolok mata.
Kita tidak mungkin menentang zaman, namun perubahan zaman itu seharusnya tidak menghilangkan jati diri adat dan budaya Minangkabau di tengah masyarakat. Tentunya salah satu caranya dengan memperkuat peran LKAAM dan Bundo Kanduang Kecamatan Guguak Panjang.
Inyiak Datuak Pado Basa Ketua LKAAM Kecamatan Guguak mengatakan, kegiatan silaturrahim ini sangat penting artinya, apalagi dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan.
“Silaturrahim ini sangat penting artinya, apalagi dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan,†katanya.
Pada sesi ceramah adat sebagai pembicara Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto atau Mak Katik yang merupakan seorang budayawan Minang menyampaikan bahasan dengan tupoksi Niniak Mamak dan Bundo Kanduang dalam adat sapamatang panjang Adat dan Agama tidak bisa di pisah kan “Syara’mangato adat mamakai†itu tercermin dalam prilaku seorang Niniek Mamak dan Bundo Kanduang.
Dalam kesempatan tersebut Mak Katik juga membahas adat di Minang Kabau ada empat yakni Adat nan sabana adat, Adat nan taradat, Adat istiadat dan Adat yang diadatkan.
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :