Linda Berharap Agar Penggarap Bisa Berkordinasi Dengan Baik Bersama Kliennya
Daerah | Rabu, 23 Maret 2022 11:54:53 WIB
SiagaOnline.com, Karimun - Persengketaan tanah di Kampung Tengah, Pangke Barat RT 02 dan RT 03 RW 01, Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, seluas 64 hektar, milik Keluarga Almarhum Siong dan anak-anaknya digarap dan dikuasai belasan pendatang dari luar desa pangke.
Penguasaan lahan tersebut dibuktikan dengan berdirinya sekitar puluhan bangunan berbentuk rumah dan Plang nama. Tanpa seijin pemilik tanah. "Sekitar sejak tahun 2015, tahun 2016 an, hingga saat ini sekitar kurang lebih 19 bangunan rumah permanen. Mereka menempati lahan tersebut hanya berdasarkan bukti kwitansi jual beli," kata Linda Theresia SH, selaku kuasa hukum dari keluarga siong pemilik lahan tersebut, pada rabu (23/3/2022) dilokasi.
Berdasarkan bukti yang ada, Linda juga menyebutkan bahwa tanah tersebut dijual oleh beberapa oknum dengan harga Rp 10 juta sampai Rp 20 juta. "Tanah tersebut per kapling dijual cukup murah dengan pasaran Rp 10 juta hingga Rp 20 juta, pada tahun lalu, dan itupun tergantung harga pasaran," sebutnya.
Dalam hal ini, Linda berharap agar orang-orang yang sudah menempati lahan tersebut bisa berkordinasi dengan baik bersama kliennya. "Kita masih menawarkan sosialisasi kepada mereka, untuk membayar lahan yang mereka duduki, seharga Rp 30 ribu permeternya dengan cara diangsur selama dua tahun," terangnya.
Namun, jika mereka masih bersikeras, kita minta mereka melakukan pengosongan lahan. Dan apabila tidak segera melakukan pengosongan kita akan lakukan upaya hukum, permohonan exsekusi pengosongan lahan, sambungnya
Sementara, hd selaku warga tersebut, saat dikonfirmasi kebenaran soal lahan tersebut mengatakan benar adanya persengketaan dan sekarang lahan milik siong itu di pasangi plang oleh para penggarap mengatasnamakan kelompok Masyarakat dan pribadinya.
"Pada saat itu, satu persatu bangunan berdiri dilahan milik siong itu. Karena saya sudah pemilik lahan tersebut, saya mencoba menegur orang-orang itu. Namun tetap saya tidak dihiraukan, mereka tetap membangun rumah dilahan itu. Pada akhirnya, saya hanya sebatas menginformasikan saya kepada masing-masing pemilik lahan. Kalo tanahnya ada yang menempati," tambahnya. (Zubaidah)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :