Drs H Kasmir MM Kakan Kemenag Kota Bukittinggi Hadiri Dimulainya Pembangunan Masjid Jamil
Kota | Rabu, 09 Maret 2022 19:47:23 WIB
SiagaOnline.com, Bukittinggi – Kakan Kemenag kota Bukittinggi provinsi Sumatera Barat, Drs H Kasmir MM ikut menghadiri mendampingi Walikota H Erman Safar SH dalam acara peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Jamik, kelurahan Tarok Dipo kecamatan Guguak Panjang, Rabu (9/3).
Peletakan batu pertama langsung dilakukan Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, Wawako Buya Marfendi, Kakan Kemenag Kota Bukittinggi Anggota DPR RI, Andre Rosiade, Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Dirut Taspen serta beberapa pihak lainnya.
Acara yang diadakan dihalaman Masjid tersebut tampak dihadiri Camat Guguak Panjang, beberapa kepala OPD, unsur Forkopimda kota Bukittinggi, Niniak Mamak serta beberapa tokoh masyarakat setempat.
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar dalam sambutannya menyampaikan kalau Masjid yang representatif sangat dibutuhkan, karena dari Masjid dimulainya peradaban dan Masjid juga berperan kontrol sosial dilingkungan.
Pembangunan Masjid di kelurahan Tarok yang memadai memang sangat dibutuhkan, sebab Tarok sendiri adalah Kelurahan dengan penduduk terpadat di kota Bukittinggi dan Pemko Bukittinggi mendorong hal itu supaya segera dilakukan.
"Masjid juga berperan untuk menjalankan program-program untuk membantu perekonomian umat serta memperbaiki aqidah masyarakat disekeliling Masjid. Mudah-mudahan pembangunan Masjid ini bisa berjalan lancar, sebab harus menelan biaya mencapai Rp 30 miliar dan selesai sesuai dengan waktunya," ujar Erman Safar.
Dt Tumbaliak selaku tokoh agama menyampaikan, kalau perencanaan pembangunan Masjidi yang baru tersebut sudah setahun yang lalu dengan berbagai pertimbangan.
Diakui memang ada beberapa kendala serta penolakan dari beberapa masyarakat, tentang Masjid yang masih bagus harus dirobohkan dan diganti dengan yang baru. Namun, setelah dijelaskan, akhirnya seluruh masyarakat khususnya Tarok Dipo dan Jamaah Masjid itu bisa memahami.
Dilihat dari kondisi dan perkembangan zaman serta bertambahnya jamaah Masjid tersebut, Masjid harus dibuat baru dengan kondisi yang lebih luas lagi. Kondisi sekarang, seperti untuk Shalat Jumat sendiri, masyarakat terpaksa harus Shalat dihalaman Masjid dan itu juga tidak bisa banyak, sebab ada beberapa mobil yang juga parkir.
"Atas dasar itu, pengurus Masjid dan beberapa tokoh masyarakat sepakat untuk dimulainya pembangunan Masjid Jamik Tarok yang baru dan kepanitaan sendiri juga sudah disusun sedemikian rupa,'' tutupnya. (Gusnia)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :