Choirul Warga Lahat Minta Keadilan Kementerian ESDM RI di Duga PT MIP Melakukan Pengusuran Tanah
SiagaOnline.com, Lahat - Masyarakat merasa kecewa dengan perusahaan menambang batu bara bahwah tanah tersebut milik keluarga Muhamad Choirul diduga di ambil oleh Perusahaan PT. MIP hingga saat ini pemilik lahan tanah memberikan laporan pengaduan dengan tembusan surat ke 18 instansi tentang perusakan tanah milik keluarga Muhammad Choirul yang di duga di lakukan PT.. MIP dan Lukman sebagai oknum penjual tanah keluarga Khoirul. Surat pengaduan terakhir ditujukan kepada Kantor Kementerian ESDM RI. Surat ini terima oleh Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM RI, No. 01/LAPDU/MSY-DTP/LS/I/2022. Selanjutnya, surat pengaduan itu akan di salurkan ke Dirjen, permasalahan tanah di ambil oleh perusahaan menambang batu bara.
Choirul berharap, Kementerian ESDM RI dan pihak pihak terkait, yang sudah mendapatkan tembusan surat pengaduan, dapat turun kelapangan dan mengecek kebenaran laporan ini yang sudah merugikan warga Desa Gunung Kembang Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat Sumsel, Senin (31/01/2022).
Surat laporan pengaduan di tembuskan langsung ke 18 instansi. Diantaranya Gubernur Sumsel, Bupati Lahat, Kejaksaan Agung RI, Ombudsman RI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dirjen Minerba Tebet Jakarta Selatan, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel, Komisi VII DPR RI, Komisi III DPRD Provinsi Sumsel.
Kemudian, Komisi III DPRD Kabupaten Lahat, Dinas ESDM Provinsi Sumsel, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lahat, Dinas ESDM Kabupaten Lahat, Mabes Polri, Polda Sumsel, Polres Lahat, PT.MIP dan CV. TPL.
“Demi keadilan, saya sangat berharap pihak pihak terkait tersebut dapat membantu penyelesaian permasalahan ini. Karena sampai saat ini, terkait permasalahan yang saya hadapi, seperti tidak akan ada penyelesaiannya sampai sekarang sudah berapa tahun ini tak kunjung selesai.
"Dikatakan" Choirul, bahkan pihak perusahaan PT MIP terkesan tidak peduli apa yang di lakukan oleh perusahaan dan sengaja mengulur waktu. Permasalahan sengketa tanah dari Taun 2014 sampai sekarang. Tanpa basa basi perusahaan menggusur tanah milik warga padahal kesepakatan awal sudah ada yang di buat tahun 2014 surat lengkap dengan perjanjian kini perusahaan ingkar janji tanah hak Milik keluarga Khoirul kini sudah di gusur bahkan berlobang," ucapnya.
Pada hari Selasa 11 Januari 2022. Ada oknum dari perusahaan sudah mulai berusaha kembali untuk membongkar Plang Nama dan Patok Batas Tanah.
“Patok itu saya pasang bulan November 2021. Namun sempat saya ketahui, dan rencananya akan saya laporkan kepihak Kepolisian. Namun niat saya itu saya urungkan, karena ada pihak dari perwakilan mereka yang meminta maaf secara pribadi ke saya, atas pembongkaran Plang Nama dan Patok batas tanah tersebut,†terangnya.
“Saya menghargai etikat baik mereka tersebut. Namun, saya sampaikan agar mereka memasang kembali apa yang mereka bongkar tersebut. Saya juga sampaikan, walaupun mereka tidak pasang kembali. Saya akan tetap memasangnya kembali. Saya harap kejadian pembongkaran tersebut tidak terulang lagi. Apabila terulang, saya tidak segan-segan untuk melaporkannya kepihak kepolisian,†tegas Choirul.
“Saya sampaikan ke mereka. Saya memiliki dasar yang kuat, atas kepemilikan lahan tanah tersebut. Dari tahun 1999, kami pemilik Sah Lahan Tanah tersebut. Jauh sebelum PT. MIP datang ke daerah Lahat. Itu dapat kami buktikan dengan bukti surat yang kami miliki, dan saksi-saksi dari masyarakat Desa Gunung Kembang,†ungkapnya.
Menurut Choirul, kalaupun pihak PT. MIP mengklaim sudah pernah membeli Lahan Tanah tersebut dari pihak Lukman (Eks Kades) pada saat itu. Choirul patut mempertanyakan keabsahan Legalitasannya.
“Mungkin saja itu akal-akalan Lukman yang pada saat itu sedang menjabat Kepala Desa Gunung Kembang. Kami juga mempunyai Bukti Surat Diatas Materai Pengakuan Lukman yang sudah jelas, mengakui kesalahan dan menyatakan, bahwa saya telah menjual tanah milik Keluarga M.Z Rozali atau M. Choirul yang terletak di Ataran Padang Seratus atau Sungai Petai kepada PT. Mustika Indah Permai (ADARO GROUP). Kesalahan ini sudah saya laporkan dan di ketahui oleh Manajemen PT. Mustima Indah Permai (ADARO GROUP) dan CV. Tanah Persada Lahat,†ucapnya.
Pernyataan ini ada saksi-saksi termasuk istri dari Lukman. Bahkan, diketahui oleh kepala desa saat itu.
“Jadi dengan bukti-bukti yang sudah saya miliki ini, saya berharap Kementerian ESDM RI dan pihak-pihak yang sudah saya surati. Termasuk Komisi VII DPR RI serta Satgas Mafia Tanah, dapat turun dan merespon apa yang menjadi tuntutan kami,†lanjutnya.
Sekali lagi, demi keadilan. Choirul minta instansi terkait, mengecek adanya Dugaan Tindak Pidana Penyerobotan Tanah/Lahan, Perusakan Tanah atau Lahan, Perusakan Lingkungan.
“Agar dinas terkait *mengecek Dokumen AMDAL dan Titik Penaatan KPL*, serta mengecek daerah operasional IUP PT. Mustika Indah Permai Besar harapan saya, dengan turunnya dinas terkait. Termasuk para Wakil Rakyat dari DPR RI yang merupakan Dapil Sumsel, dapat sekalian mengetahui langsung permasalahan yag dialami oleh masyarakat di wilayah Dapil mereka yang lainnya,†ujarnya.
Lanjut Choirul tegaskan, akan trus berusaha sampai kapanpun. Sampai pihak PT. MIP mengembalikan dan bertanggung jawab atas kerusakan lahannya, yang telah porak poranda oleh mereka. “Bahkan apabila ada kesempatan, saya akan melaporkan langsung ke Bapak Presiden Republik Indonesia.
"Kami mengharapkan kepada instansi terkait yang sudah saya layangkan surat lapdu meminta tanah kami yang salah beli dari lukman oleh PT MIP di kembalikan seperti wujud aslinya yaitu berupa kebun karet kepada pemilik tanah yang sah sesuai dengan bukti surat yang ada kami pegang sekarang ini. Karena tanah peninggalan Ayah kami tersebut pada saat masih Produktif dulunya sangat berarti bagi kami, Selain untuk penambah pendapatan sehari-hari bagi Ibu kami yang Statusnya Janda sejak Ayah kami meninggal dunia Tahun 2008 silam,†ucap M.Choirul. (Agus v)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :