Gubernur Mahyeldi ; Ini Dapat Meningkatkan Pendapatan Para Petani Peternak dan Nelayan
Daerah | Minggu, 23 Januari 2022 14:37:22 WIB
SiagaOnline.com, Padang – Dalam rangkaian kunjungan ke kota Pekanbaru provinsi Riau, Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengadakan rapat bersama Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) untuk memfolow up kegiatan, khususnya untuk suplay ketahanan pangan. Sabtu (22/1), di Redaksi Harian Haluan Riau.
Gubernur memberikan apresiasi atas tanggap IKMR dalam mendukung kerjasama antara kedua provinsi. Terutama atas kecepatannya dalam distribusi dan suply kebutuhan bahan pangan dari Sumbar ke Riau.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dipaparkan gubernur Buya Mahyeldi, saat ini juga telah menyiapkan kelembagaan, berupa koperasi-koperasi yang akan mewadahi tindak lanjut kerjasama pangan itu.
Sementara dari segi ketersediaan bahan pangan, seperti beras saja, pada Tahun 2021 mengalami surplus hingga 600 ribu ton. Demikian juga dengan sayur dan buah.
“Dengan begitu, ia menurutkan sangat terbuka peluang kita untuk memasok kebutuhan pangan di Riau serta provinsi tetangga Sumbar lainnya,†kata Mahyeldi.
Ditambahkannya, Pasokan produksi pertanian kita punya prospek yang sangat baik, surplus. Jadi kita harus supply ke provinsi-provinsi lainnya, salah satunya Riau. Beberapa komoditi tertentu bahkan kita bisa pasok sampai ke DKI.
Mahyeldi menjelaskan, setidaknya hingga 2026 nanti, pangan dari sektor pertanian memang tengah menjadi unggulan di Sumatera Barat. Mendorong produksi pertanian ini Pemerintah Provinsi juga telah mengalokasikan 10% APBD Sumatera Barat.
"Kita sangat serius untuk meningkatkan produksi pertanian. Kita ingin lewat MoU pangan ini sungguh-sungguh dapat meningkatkan pendapatan para petani, peternak dan nelayan," terangnya.
Meski demikian, gubernur mengakui masih ada hambatan dibidang pertanian yang harus diatasi secara bertahap, agar kualitas pangan terus meningkat dan biaya produksi pertanian dapat ditekan.
Ketua Harian IMKR, Marjoni Hendri mengatakan, pihaknya terus menggodok tindak lanjut atas kerjasama Sumbar-Riau dibidang pangan tersebut.
Menurut Marjoni kebutuhan beras di Riau mencapai 600 ribu ton per tahun dengan defisit produksi hingga 30%.
"Peluang pasar sangat besar dan menjanjikan. 55 cabang IKMR siap mensukseskan program ini," katanya. Demikian Siaran Pers yang disampaikan Media Centre Pemprov Sumbar melalui Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik. (Y)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :