Pemko Bukittinggi ; Tamu Adalah Raja
Daerah | Selasa, 18 Januari 2022 18:06:05 WIB
SiagaOnline.com, Bukittinggi – Pemerintah kota Bukittinggi Provinsi Sumatera Barat memandang tamu adalah raja, sehingga wisatawan yang berkunjung kedestinasi wisata patut diberikan pelayanan yang memuaskan.
Ha itu diungkapkan Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (DISPARPORA) kota Bukittinggi, Elza Aulia SSTP MPA, Senin (17/1) kepada RRI.
Pihaknya sangat apresiasi dengan kunjungan petinggi Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) ke daerah ini, termasuk menikmati destinasi wisata Taman Panorama Lubang Japang (TPLJ).
Kedatangan Direktur Utama LPP RRI I, Hendrasmo dan Direktur Teknik dan Media Baru (TMB), Muhammad Sujai menjadi penyambung lidah untuk promosi Kota Bukittinggi terutama destinasi wisatanya kekancah nasional.
“Bagi kami tamu adalah raja, siapapun yang datang ke Bukittinggi apalagi terkait dengan Lembaga Penyiaran Publik RRI, mudah-mudahan dengan kedatangan beliau-beliau ini bisa makin memperkenalkan Bukittinggi kedunia nasional karena beliau kan dari pusat. Mungkin beliau belum pernah kesini, ini loh Ngarai Sianok, ini Lubang Japang, mudah-mudahan ini membawa dampak positif bagi perkembangan Bukittinggi,†ujar Elza Aulia.
Ditambahkannya, untuk tahun ini program pengembangan terhadap destinasi Taman Panorama Lubang Japang (TPLJ) belum ada, dikarenakan peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dilakukan secara bergiliran.
JIka Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) atau Kabun Binatang juga sudah mendapatkan program revitalisasi walaupun belum 100 persen dari perencanaan maka Pemerintah kota Bukittinggi sekarang tengah focus untuk revitalisasi terhadap destinasi Benteng Fort De Kock menjadi wisata historikal edukatif.
Akan tetapi, objek wisata yang tersebar didaerah ini dan menjadi kewenangan pemerintah tetap mendapatkan program pemeliharaan.
“Untuk tahun ini belum ada proyek revitalisasi kita di TPLJ, untuk TMSBK kan sudah, sekarang kita fokusnya ke Benteng Fort de Kock, tapi untuk program pemeliharaan tetap berjalan setiap tahunnya,†ucapnya
Pantauan RRI dilapangan hari ini di Taman Panorama Lubang Japang (TPLJ) masih ditemui masyarakat yang milih kawasan ini sebagai tujuan wisata bersama keluarga, bukan hanya itu beragam latar belakang pengunjung masih antusias untuk membuktikan destinasi wisata sejarah perjuangan bangsa Indonesia ketika masa penjajahan Jepang, sejak RRI berada hingga pukul 15:00 Wib sudah tertera jumlah pengunjung yang masuk ke objek itu dari pagi sebanyak 239 orang dan angka itu akan terus mengalami penambahan hingga ditutupnya akses masuk.
Untuk pengunjung dewasa dikenakan tarif Rp15.000, sedangkan anak-anak sebesar Rp10.000, jika dikalkulasikan 239 orang wisatawan maka lebih Rp 3,5 juta pundi uang masuk ke kas daerah sehingga menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Dengan penerapan ticketing non tunai akan meminimalkan tindakan yang salah yang dilakukan oleh oknum petugas penerimaan akses masuk ke objek wisata di Kota Bukittinggi, secara otomatis barcode yang tertera di struk pembayaran non tunai merubah rekapitulasi jumlah kunjungan di destinasi tersebut, sehingga terwujud akuntabilitas dan transparansi. (Gn/rd)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :