Kadisdikbudkot Bukittinggi Launchingkan SRM
Daerah | Selasa, 11 Januari 2022 18:31:58 WIB
SiagaOnline.com, Bukittinggi – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Bukittinggi Provinsi Sumatera Barat, Drs Melvi Abra MSi melaunchingkan Sanggar Belajar Rakyat Mandiri (SRM). Senin (10/1), di Jalan Kehakiman Belakang Balok.
Kegiatan itu terlihat hadir Kepala Dinas Sosial, Linda Feroza, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs Melvi Abra, Dokter spesialis anak, dr Rahmi Yetti Kamal Sp A dan juga inisiator sekaligus pemrakarsa, Bundo Santi Martin, Tim dan seluruh anggota SRM.
Bundo Santi Martin mengatakan, bahwa ia disini sebagai inisiator dari sanggar belajar kreatif yang memberikan kesempatan kualitas internal yang datang.
Menurut Bundo, Instruktur dan narasumber yang dihadiri adalah dengan sukarela dan penuh ketulusan yang berkualitas profesi maupun praktisi profesional dosen, praktisi hukum budayawan dan pelaku bisnis.
"Kami membuka suatu kelompok belajar ini pada setiap hari Selasa dan Kamis, yakni dua kali seminggu dan ternyata Alhamdulillah antusias masyarakat sangat tinggi, kemungkinan akan ada dibagi dua kelompok,†ujar Bundo.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Linda Feroza menyampaikan, kami sanggatlah berterimakasih khusus buat ibu-ibu rumah tangga yang pekerjaan dirumah tangga, kami berharap dapat melakukan kegiatan ini dengan baik.
“Kami berharap dapat membantu dan mendukung ekonomi rumah tangga dan membantu bapak-bapak kita," ucap Linda.
Lanjutnya, Linda menerangkan untuk saat ini dimasa Pandemi, jumlah masyarakat miskin dari 19 ribu orang, kini meningkat menjadi 33 orang.
"Untuk itu dengan adanya kegiatan belajar di SRM ini, bisa membuka peluang usaha baru atau kuliner khas Bukittinggi," harap Linda.
Linda menambahkan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa lebih fokus lagi, intinya kualitas ekonomi keluarga bisa meningkat.
Dalam statementnya Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Melvi Abra mengatakan, bahwa kita harus mempunyai semangat, walaupun tidak ada uang, bisa dijalankan dan kita dihadapkan pada era globalisasi semua bisa berubah.
"Dalam hidup kita butuh yang namanya lifeskill keahlian/ketrampilan sesuai dengan keadaan zaman,†jelas Melvi.
Ia menjelaskan, dulu dipakai sistim namanya" Learning by doing, tapi untuk saat ini sistim itu tidak bisa dipakai.
"Kita harus mempunyai basic atau dasar bagaimana agar anak itu bisa maju dan kita harus punya motivasi bahwa kita harus berubah untuk saat ini maupun saat mendatang," terangnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh dr Rahmi Yetti Kamal Sp A bahwa, buatlah satu semangat dan keyakinan bahwa kita bisa mandiri, kita harus yakin bahwa kita bisa berperan dan bertanggung jawab untuk anak-anak kita, walaupun tanpa bapak-bapak.
"Yakinkan dengan adanya kegiatan ini akan bisa membantu ekonomi keluarga dan menjadi orang-orang hebat dikemudian hari," tukasnya. (Nia)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :