Hampir 100 Persen Peningkatan Konflik Manusia-Satwa Liar di Agam
Agam Pemkab | Selasa, 04 Januari 2022 20:46:02 WIB
SiagaOnline.com, Bukittinggi – Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) mencatat konflik antara manusia dengan satwa liar di kabupaten Agam, Sumatera Barat meningkat dari 10 kejadian pada 2020 menjadi 19 kejadian selama 2021 atau meningkat hampir 100 persen.
Kepala Resor KSDA Agam, Ade Putra di Lubuk Basung, Selasa (4/1) mengatakan konflik antara manusia dengan satwa liar itu berupa harimau, macan dahan, beruang madu dan lainnya meningkat sembilan kejadian.
"Konflik itu meningkat akibat musim buah, alih fungsi lahan, persediaan pakan berkurang dan lainnya," ujarnya.
Ia mengatakan, 19 kejadian konflik antara manusia dengan satwa liar berupa beruang madu sebanyak enam kejadian, buaya lima kejadian, harimau sumatera empat kejadian, tapir satu kejadian, beruk dua kejadian dan macan dahan satu kejadian.
Satwa liar itu memangsa ternak warga berupa sapi sembilan ekor, kambing satu ekor, anjing tiga ekor.
"Satu warga Tiku Lima Jorong meinggal dunia akibat dimangsa buaya muara," katanya.
Ia menambahkan, pada 2020 jumlah ternak yang dimangsa satwa liar jenis sapi enam ekor, kambing sembilan ekor. Sedangkan korban meninggal dunia satu orang dan luka-luka satu orang.
"Pada 2019 konflik antara manusia dengan satwa 11 kejadian," sebutnya.
Dengan kejadian itu, Ade mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara tidak ke kebun pada malam hari, mengembalakan ternak tidak di dekat kawasan dan lainnya.
Ini untuk meminimalisir konflik antara manusia dengan satwa liar pada tahun ini.
"Kita menyosialisasikan ini kewarga setiap ada pertemuan dengan masyarakat," tungkasnya. (Y)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :