Sejumlah Pihak Minta PJ Kepala Desa Gunung Melintang di Ganti
Kuantan Singingi | Minggu, 18 Juli 2021 19:36:20 WIB
Siagaonline.com, Kuantan Singingi - Masyarakat Desa Gunung Melintang, kecamatan Kuantan Hilir, kabupaten Kuantan Singingi, Riau menggelar acara Doa Padang salah satu tradisi tahunan sebelum turun tanam padi, Minggu 18 Juli 2021.
Proses acara sakral tersebut berjalan lancar, dihadiri oleh banyak pihak sebagai bentuk permohonan dan wujud syukur masyarakat kepada Allah SWT agar meraih panen yang melimpah.
"Ini acara tahunan saat mau turun sawah, yang dilestarikan, " kata salah satu Tokoh Masyarakat Gunung Melintang Ion (40) yang bergelar Datuk di Kuantan Hilir.
Dikatakannya, biasanya, sangat diyakini doa dikabulkan oleh Allah SWT, produksi padi meningkat, hama berkurang. Proses acara di ikuti oleh para datuk - datuk pangulu barompek yakni Datuk Pobo, Datuk Bandaro, Datuk Hitam, Datuk Penghulu Sutan dan Datuk Penghulu Mudo.
Selain itu ada juga, para Pekayu adat yakni Monti, Dubalang, Mamak Balibe dan Malin, serta perangkat desa, BPD, guru silat pangean beserta anak silat.
"Bahkan dihadiri juga oleh Tokoh Agama, namun sangat disayangkan Pj Kepala Desa (Kades) Gunung Melintang tidak hadir, " ujarnya.
Ketidakhadiran itu, justru sangat mengecewakan masyarakat setempat. Karena, ini salah satu acara besar dan sakral yang dilestarikan dan dipertahankan secara turun temurun.
Oleh karena itu, Tokoh - Tokoh masyarakat dan para pemangku adat beserta masyarakat Desa Gunung Melintang meminta Bupati Andi Putra SH MH dan Wakil Bupati Suhardiman Amby agar bisa mengganti Pj Kades tersebut ujarnya.
Menyikapi ketidak hadiran Pj Kades pada acara tersebut. Dikonfirmasi, Pj Kades Gunung Melintang Suhendra melalui telpon selulernya, mengatakan, pada saat acara, dirinya ada kegiatan lain sehingga tidak dapat hadir.
"Saya mengantarkan awalnya sudah direncanakan untuk mengikuti acara tersebut,sampai di setenggah perjalanan ada keluarga yang nelpon saya,maka saya putuskan untuk balik arah dan mengurus keluarga yang sedang sakit, " sebutnya.
Selain itu, kegiatan Doa Padang ini tidak pernah dimusyawarahkan secara bersama dan melibatkan Pj Kades. Sehingga, proses pelaksanaannya tidak diketahui secara pasti.
Bahkan, pengakuan Suhendra bahwa undangan untuk prosesi acara itu tidak sampai, hanya diberitahukan secara lisan saja.
Namun demikian, sebagai Pj Kades memberikan dukungan dan apresiasi berlangsungnya acara itu. Ketidakhadiran tidaklah merubah makna dari acara sakral yang dilaksanakan dan berharap semua berjalan lancar.
Diwaktu yang berbeda ketika di konfermasikan kembali ke pada Ketua BPD Idam Hendrianto menambahkan "Doa padang adalah acara kegiatan Rutin tahunan bersama tokoh adat desa dan saya Sebagai Ketua BPD sangat menyayangkan hal ini, seharusnya kepala Desa adalah salah satu penyelenggara kegiatan bukan sebagai undangan, karena itu kami tidak ada undangan tertulis karena dari tahun ketahun sebelumnya terkait kegiatan ini merupakan acara yg sama -sama saling membahu antara pemerintah desa, limbaga adat pangkas Idam Hendrianto.(Neneng)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :