Ketua TP-PKK Hk Zulaikhah Pimpin Rapat Lanjutan Gerakan Satu Hati Jilid II
Indragiri Hilir | Selasa, 29 Juni 2021 12:22:41 WIB
Siagaonline.com, Tembilahan - Ketua TP-PKK Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Hj Zulaikhah Wardan SSos ME memimpin Rapat Lanjutan Gerakan Satu Hati Jilid II, di Ruang Rapat Kediaman Dinas Bupati Jalan Kesehatan Nomor 1 Tembilahan, Senin (28/6/2021).
Pada tahun ini, Gerakan Satu Hati direncanakan akan digelar sejalan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2021.
,br> Ketua TP-PKK Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Hj Zulaikhah Wardan dalam arahannya menyampaikan bahwa Penanganan stunting merupakan salah satu gerakan dari pemerintah pusat dan provinsi.
“Kemarin kita sudah melakukan pencanangan percepatan penurunan stunting. Jadi Gerakan Satu Hati Jilid II ini merupakan tindak lanjut dari pencanangan percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan oleh TP-PKK Provinsi Riau melalui zoom meeting kemarin," ujar Zulaikhah mengawali arahannya.
Menurut data dari Dinas Kesehatan, di Kabupaten Inhil jumlah balita adalah 68.316 anak dengan rincian; sebanyak 588 anak balita kurng gizi yang tersebar di seluruh kecamatan, dan 19 anak balita gizi buruk yang terdapat di beberapa kecamatan.
"Berdasarkan keadaan ini, PKK bersama OPD terkait, dalam hal ini DPMD, DP2KBP3A, dan Dinas Kesehatan melakukan penuntasan gizi buruk ini yang kemungkinan akan menjadi stunting. Maka kita anggap Gerakan Satu Hati ini yang kita anggap efektif. Karena Gerakan Satu Hati Jilid I di bulan Februari 2020 lalu bisa kita lihat hasilnya cukup baik," papar Ibunda Kabupaten Inhil ini.
Rencana penanganan gizi buruk ini ialah dengan pemberian nutricia nutrinidrink kepada 19 balita gizi buruk selama 3 bulan.
Diharapkan dengan gerakan ini akan dapat menaikkan berat dan tinggi badan balita gizi buruk supaya tidak sampai menjadi stunting, yang tujuan akhirnya agar di Kabupaten Inhil tidak ada lagi balita dengan gizi buruk sehingga bebas stunting.
"Menurut saya ini adalah momen yang paling tepat karena memang mendesak dan prioritas, jadi harus segera ditangani. Sebenarnya kita sudah menganggarkan untuk kegiatan ini, tapi gara-gara Covid penganggaran kena rasionalisasi, padahal ini penting. Jadi sekarang kita harus menghitung berapa anggaran yang harus dikeluarkan untuk penanganan balita gizi buruk ini," ujar Zulaikhah menjelaskan dengan tegas. (Adv)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :