Darwis: Banggar dan TIM TAPD Sepakat Tolak Pembangunan Kolam Renang Venue Olahraga Porprov 2022
Siagaonline.com, Taluk Kuantan - Ketua DPRD Kabupaten Kuansing Dr Adam SH MH pimpin Rapat Dengar Pendapat (Hearing) Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kanupaten Kuantan Singingi, Jumat (28/5 2021) di ruang Hering Kantor DPRD Kabupaten Kuansing.
Dalam rapat dengar Pendapat (Hearing) yang membahas beberapa permasalahan terkait dengan adanya refocusing tahun anggaran 2021 dan rapat lanjutan pembahasan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021.
Juga turut dihadiri oleh Muslim, Romi Alfisha, Wakil ketua ll Juprizal, Darwis, Gusmir Indra, maspar Masmur, Fetrios Gusni, Satria Mandala Putra, sementara dari Tim TAPD PLT Sekda Agus Mandar, asisten I Mujelan, asisten lll Agusmandar, Kabag hukum Suriyanto, kepala Dinas PUPR, kepala Dinas Kesehatan, Plt Kepala Dinas Pendidikan pemuda dan olahraga, Plt Kepala Badan BPKAD,
Ketika awak media Siagaonline mengkonfirmasikan kepada Ketua Banggar melalui Anggota Banggar Darwis ST di tempat terpisah mengatakan, hasil rapat anggota tim Banggar dengan tim TAPD tadi, berkaitan dengan dana refocusing yang ada di Kabupaten Kuansing. Bahwa kemarin memang ada beberapa pemberitaan bahwa refocusing diambilkan dari beberapa kegiatan sehingga untuk kegiatan pengaspalan jalan batal.
"Maka kami tadi anggota banggar oleh pimpinan disampaikan bahwa, kalaulah kolam renang yang di peruntukkan dalam menyambut Porprov tahun 2022 mendatang, kita laksanakan maka dana kegiatan untuk pembangunan lainya seperti pengaspalan, pembangunan lainnya ini banyak tidak bisa kita laksanakan," ujar Darwis
Oleh karena itu, kami dari tim banggar juga mendesak tim TAPD dengan dana 25 M, yang sudah dianggarkan untuk pembangunan Kolam renang tersebut, akan mengkaji ulang dan bicara azas manfaat. Apa azas manfaat nya mana yang lebih kita utamakan. Jalan kita yang mengalami kerusakan sana sini, atau kita bangunkan kolam renang. Papar Darwis
"Dan perlu kita ketahui bahwa pembangunan kolam renang dengan dana 25 M itu belum bisa tuntas untuk pelaksanaan Proprov. Karena untuk melaksanakan Porprov itu bisa mencapai anggaran lebih besar lagi mungkin akan menelan dana sampai dengan 50 M," tambahnya.
Maka dari itu semua anggota banggar tadi menolak jika refocusing diambilkan dari dana kegiatan-kegiatan yang memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, apa itu pembangunan jalan, mungkin pembangunan jembatan atau lainnya. "Maka kami minta untuk menghentikan kegiatan pembangunan kolam renang tersebut," ucapnya.
Di samping itu, Darwis juga menyatakan bahwa kesiapan daripada Sekda tadi. Seluruh anggota banggar, Sekda dan Tim TAPD sepakat untuk tidak membangun kolam renang tersebut. "Karena kita juga tidak sanggup melaksanakan hal tersebut. Kenapa? Azasnya kembali lagi azas manfaat nya seperti apa?. Kita bangun kolam renang. Oke, kita bangun kolam renang siapa yang bisa menjamin Porprov bakal dilaksanakan tahun 2022 ?," ujarnya.
"Kalaupun dilaksanakan di tahun 2022 tentunya kita punya tanggungan 25 M lagi untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut di tahun berikutnya, proyek ini tidak cukup anggaran satu tahun. Maka, marilah kita berpikir rasional. Bahwa apa yang kita lakukan hari ini bukan semata-mata untuk kepentingan kita, tapi kita bicara azas manfaat. Azas manfaat untuk kita Kabupaten Kuansing dan tadi kita sepakat bahwa kita tidak melaksanakan kegiatan pembangunan kolam renang tersebut. Kita lebih mengutamakan jalan rusak di sana sini masing-masing kecamatan. Mungkin pengaspalan yang lebih kita utamakan, dan harapannya ini menjadi catatan positif untuk kita semua," jelasnya.
"Jadi hari ini kita sepakat untuk tim TAPD untuk menginput sesuai SIPD (Sistem Informasi Pemerintah Daerah) dengan harapan, mudah-mudahan tidak ada masalah di kemudian hari," tutup Darwis.
Di kesempatan yang berbeda ketika diminta tanggapan dari salah seorang mahasiswa asal Inuman yang saat ini masih berkuliah di Universitas Muhammadiyah Riau Pekanbaru terkait dengan penolakan ketua dan anggota Banggar DPRD Kabupaten Kuantan Singingi mengatakan, secara global pandangan mungkin tidak jauh berbeda dengan dewan itu. Porprov 2022 belum ada jaminan untuk digesa. Apalagi Riau posisi 1 dalam kasus covid pada waktu sekarang ini.
"Tapi dari berbagai sisi saya menilai, asas masyarakat lebih patut di upayakan di atas segalanya. Apalagi di keadaan pandemi seperti sekarang ini. Saya hanya berharap kepada para wakil rakyat Kuansing yang pada hari ini mendapat amanah dari rakyat Kuansing, agar terus memperjuangkan masyarakat kesejahteraan Kuansing," harap Edo (neneng)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :