Siagaonline.com, Karimun - Aktivitas KIP pasir Laut PT Grace Rich Marine di pulau Merak dan pulau Babi hingga saat ini tidak hanya merusak Laut dan rugikan Nelayan, bahkan berdampak bencana abrasi menjadi permasalahan yang dihadapi warga Pesisir yang tinggal di Desa Tulang Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Selasa (4/5/2021).
Mahadi (40) warga Desa Tulang mengatakan, Abrasi yang terjadi sekarang ini sudah mengakibatkan batu miring penahan ombak yang berada di pinggir laut mengalami kerusakan dan akan dikhawatirkan dapat merusak rumah warga yang berada di pesisir tersebut.
Menyikapi kondisi tersebut, puluhan warga Desa Tulang akan mendatangi Kapal Penambang Pasir PT Grace Rich Marine yang sedang beraktivitas di depan muara nelayan yaitu pulau Merak dan pulau Babi. (4/5/2021)
Kedatangan para nelayan ini bertujuan untuk menghentikan aktivitas penambangan pasir, yang dinilai telah menyebabkan abrasi di lingkungan Pesisir Desa Tulang.
Mahadi menyebutkan bahwa warga merasa terganggu dengan adanya aktivitas penambangan yang ada di depan Pulau Merak dan Pulau Babi.
Ia menegaskan dampak abrasi itu disebabkan oleh aktivitas kapal isap produksi. Bahkan pihaknya selama ini sudah diam dengan adanya pengambilan pasir laut yang berjumlah berton-ton yang berakibat abrasi. Dan pihaknya saat ini sudah merasa tidak tahan lagi akibat dampak tersebut.
"Kami ingin penambangan yang ada didepan pulau Merak dan Pulau Babi itu dihentikan, secepatnya tanpa terkecuali. Untuk pemerintah dan seluruh aparatur negara, tolong pikirkan dan perhatikan kami yang sudah lama terzholimi," tegasnya.
Apa yang kami akan lakukan ini tidak melibatkan ormas atau LSM lainnya, ini murni aspirasi dari warga pesisir Desa Tulang, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun.
"Jadi kalau nantinya ingin ada mediasi atau pertemuan, kami inginnya dilakukan bersama dengan seluruh masyarakat supaya semua dapat mendengarkan," kata Mahadi.
Sementara itu, Azman Zainal tokoh masyarakat Kabupaten Karimun menambahkan jika masyarakat sebelumnya sudah memberitahukan kepada Kepala Desa Tulang setempat ketika akan melakukan aksi tersebut.
Menurutnya, aktivitas penambangan pasir yang ada di depan pulau Merak dan pulau Babi tidak hanya merusak Laut dan rugikan Nelayan bahkan menjadi menyebabkan abrasi yang sangat parah.
Dan kita bisa lihat langsung dampak yang diakibatkan adanya penambangan tersebut, sehingga masyarakat sudah merasa khawatir dan takut.
"Atas dasar itulah puluhan warga Pesisir Desa Tulang tersebut akan mendatangi kapal Isap Produksi (KIP) PT Grace Rich Marine untuk berhenti beraktivitas," terangnya.
Pasalnya, secara aturan tidak boleh adanya penambangan pasir di bibir pantai apalagi berdekatan dengan perkampungan warga yang akan mengakibatkan abrasi.
Maka pihaknya memohon kepada pemerintah untuk meninjau kembali ijin penambangan yang ada di depan Pulau Merak dan pulau Babi.
Jangan sampai masyarakat yang selalu dirugikan hanya untuk kepentingan para pengusaha. Lebih baik kita ini mencegah kerusakan daripada memperbaiki.
"Jadi Kepada pemerintah, baik itu DPRD Karimun, Aparat hukum dan Intansi terkait lain, Saya harap aktivitas penambangan yang ada di depan alur muara nelayan ini untuk segera dihentikan secepatnya," pungkasnya. (Taufik)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :