DP3AP2KB Natuna Gelar Kegiatan Penyuluhan KB Wujudkan Keluarga Berkualitas, Bahagia, dan Sejahtera
Siagaonline.com, Natuna - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Natuna, melaksanakan kegiatan penyuluhan Keluarga Berencana dari tanggal 15 - 25 Februari 2021.
Usai Pelaksaan penyuluhan di Balai penyuluhan Batubi, Kecamatan Bunguran Batubi, Kepala Dinas P3AP2KB Natuna melalui Kabid Dalduk KB, Fachry Husain, kepada awak media, Senin (15/2/2021) menyampaikan bahwa, Penyuluhan Keluarga berencana diadakan serentak di 5 kecamatan selama 5 hari secara estafet di minggu pertama, selanjutnya diminggu berikutnya di kecamatan Bunguran Utara selama 5 hari.
Dikatakannya bahwa, kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Balai Penyuluh KB yang berkedudukan di setiap kecamatan diantaranya : Kecamatan Bunguran timur, Kecamatan Bunguran Tengah, Kecamatan Bunguran Selatan, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kecamatan Bunguran Batubi dan Kecamatan Bunguran Utara.
Fachry mengatakan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk Pendataan Keluarga di tahun 2021, kesiapan berkeluarga bagi remaja dan kesehatan reproduksi, upaya peningkatan ekonomi keluarga, perawatan jangka panjang pada lansia serta upaya peningkatan cakupan akseptor KB.
Selain itu, Fachry juga menerangkan bahwa program pengendalian penduduk dan keluarga berencana merupakan salah satu urusan wajib non dasar yang menjadi kewenangan pemerintah secara konkuren, yang bersama-sama menjadi tanggung jawab Pemerintah pusat, Provinsi dan Kabupaten.
Lanjut Fachri terangkan bahwa program Keluarga Berencana mempunyai tujuan akhir adalah keluarga yang berkualitas, bahagia dan sejahtera. Program Bangga Kencana (pembangunan keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) bukan hanya bertanggung jawab terhadap pengendalian kuantitas penduduk tapi juga meningkatkan kualitas keluarga, dengan program-program unggulan yang langsung menyentuh masyarakat.
Sementara itu, Kasi Pengendalian Penduduk, Suci Harni, AMK di Kecamatan Bunguran timur, mengatakan bahwa angka Total fertility rate (jumlah kelahiran per1000 Wanita usia subur 15 - 49 tahun masih tinggi di Kabupaten Natuna sekitar 3,02 Persen dibanding Nasional 2,19 persen. Hal tersebut merupakan menjadi salah satu PR bersama yang masih perlu diusahakan. Karena peningkatan jumlah penduduk yang tidak diiringi peningkatan ekonomi dapat menjadi masalah di kemudian hari.
Selain itu, Suci Harni juga terangkan bahwa jumlah ASFR usia 15 s/d 19 tahun juga masih tinggi di Kabupaten Natuna yaitu 26 orang. Artinya dari 1000 perempuan berusia 15 s/d 19 tahun ada 26 orang yang melahirkan pada usia 15 s/d 19 tahun di tahun 2020.
"Ini cukup tinggi dari target 13. Dan idealnya tidak ada lagi yg melahirkan di usia tersebut sesuai program pemerintah, dimana menikah dianjurkan di usia 20 tahun ke atas," terangnya.
Lanjut Fachri, "Sehingga pembinaan kepada remaja juga menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana mereka bisa menghindari pergaulan bebas, yang masih cukup memprihatinkan. Peran Pemuka Agama dan Pemuka Adat juga diharapkan meningkatkan bimbingannya kepada masyarakat terutama terhadap orang tua yang mempunyai remaja. Karena sebagian besar yang menyumbang angka ASFR adalah mereka yang terlanjur hamil lebih dahulu," ungkapnya.
Di tempat terpisah, di Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kasi Ketahanan Keluarga, Sri Juana, SKM, MPH menyampaikan bahwa pembinaan terhadap keluarga lansia juga merupakan hal yang sangat penting. Aspek kesehatan, baik fisik maupun fisikis harus mendapatkan perhatian dari keluarganya, keluarga juga perlu memahami kondisi psikologis dari lansia.
"Sekarang kita sosialisasikan 7 dimensi bagi terwujudnya lansia tangguh, yaitu dimensi spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial kemasyarakatan, professional, vokasional, dan lingkungan," terang Sri.
Lanjut Sri Sampaikan bahwa seiring penambahan usia, sebagian kemampuan lansia akan menurun, dan rentan mengalami penyakit dan gangguan emosional dan psikologis. Sebagai anak dari orang tua yang sudah tua mempunyai tanggung jawab menafkahi lansia yang sudah tidak produktif lagi dan juga memberikan dukungan psikologis yang berkelanjutan.
Selain pembinaan kepada keluarga lansia, juga akan dilakukan kunjungan ke rumah lansia (KURMALA) seperti tahun lalu. Tujuannya untuk melaksanakan pelayanan kesehatan, psikologis dan sosial baik bagi lansia maupun keluarga lansia.
Kasi Pelayanan KB, Mimie Aryanti, AMd Keb SST. Mengungkapkan Kegiatan Pelayanan KB tersebut mendapatkan dukungan anggaran dari pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sub bidang KB melalui dana pergerakan. Sehingga mereka yang mengikuti MKJP metode kontrasepsi jangka panjang dilaksanakan secara gratis, dan juga mendapatkan konsumsi. Begitu juga kader KB yang ada dilapangan mendapatkan dukungan transportasi dan konsumsi pada saat mengantar akseptor ke pelayanan kesehatan. Bahkan mereka yang mengikuti kontrasepsi mantap melalui operasi bagi laki-laki maupun perempuan mendapatkan pengganti biaya hidup selama 3 hari sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Pada saat bersamaan, di Bunguran Selatan Kepala Dinas P3AP2KB bersama Organisasi IKIAD memberikan pembinaan keluarga tentang manajemen ekonomi keluarga.
Selama kegiatan ini dilaksanakan tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan memakai masker serta mencuci tangan sebelum masuk ke ruang pertemuan serta memperhatikan jumlah peserta sesuai edaran Bupati Natuna. (Syafrijal-rls)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :