Siagaonline.com, Taluk Kuantan - Dr Syafri Harto, MSi yang kita kenal selaku Dekan FISIP Universitas Riau dan sebagai pengamat politik diminta untuk memberikan komentar oleh media, terkait dipilihnya Dr Adam, SH, MH sebagai pergantian antar waktu (PAW) pimpinan DPRD Kabupaten Kuansing dikarenakan Andi Putra, DH, MH mengundurkan diri pada saat pencalonan Kepala Daerah beberapa pada Pilkada serentak 2020 kemarin dan terpilih sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Kuansing.
"Pergantian Antar Waktu (PAW) dalam lembaga legislatif DPRD adalah suatu hal yang biasa, karena sudah diatur dalam perundang-undangan. Apabila dalam suatu Pilkada seorang anggota DPRD mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah atau wakil Kepala daerah maka yang berangkutan harus mundur dari jabatannya sebagai anggota DPRD. Ataupun yang bersangkutan berhalangan tetap, misalnya meninggal dunia dan tersangkut persoalan hukum yg sudah inkrah maka harus mundur dari jabatannya sebagai anggota DPRD," paparnya.
Dengan Kekosongan jabatan Ketua DPRD Kuansing tentunya akan diisi oleh partai dimana Andi dulu didudukan dalam hal ini diisi oleh Adam, tentu keputusan ini dari hasil mekanisme partai Golkar, bukan semata mata langsung diangkat dan dipilih.
Dalam sistem pemerintahan yang akan dijalankan oleh Eksekutif dan legislatif di Kuansing. Ini merupakan hal yang sangat baik dengan memunculkan energi baru dalam membangun Kuansing ke depan, hal ini dapat dianalisa dengan dialas beberapa hal yaitu ;
1. Bupati (Andi) dan Ketua DPRD (Adam) sama sama berasal dari partai yg sama (Golkar) tentu akan mendukung proker -proker Bupati yang pro rakyat, walaupun tidak akan mengesampingkan tugas dan fungsi DPRD sebagai alat penyeimbang (balancing) dan pengontrol eksekutif.
2. Tandem ini merupakan energi baru karena antara Bupati dan Ketua DPRD sama sama anak muda (milenial) yg mempunyai visi yg sama dalam membangun kuansing ke depan.
3. Tandem ini "doeloe" sudah teruji disaat Bupati Kuansing dijabat oleh Sukarmis dan Ketua DPRD Kuansing dijabat Andi yg kini Bupati terpilih.
Pembangunan di Kuansing begitu melesat dan berpacu dengan kabupaten lain di Riau.
4. Alasan ke empat adalah bahwa Partai Golkar saat ini masih di hati masyarakat Kuansing yg harum namanya.
Dengan demikian tandem antara Ketua DPRD Kuansing, Adam dan Bupati Kuansing, Andi akan mengulangi sejarah lama antara Sukarmis dan Andi, namun demikian ada catatan penting bahwa dibalik pengharapan tandem tersebut (Andi - Adam) kedua tokoh ini harus mengedepankan kepentingan masyarakat dan mewujudkan janji janji politiknya dan harus bisa memberikan yang terbaik bagi Kuansing.
"Ada kata bijak yang harus kita yakini yaitu Ada masanya dan ada orangnya serta ada orangnya dan ada masanya serta inilah barangkali orangnya (Andi dan Adam) dan masanya sekarang, dimana kedua tokoh muda itu membangun negerinya Kabupaten Kuansing," tutup Syafri Harto.(rls/Neneng)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :