Breaking News
Dorong UMKM Naik Kelas, DPMPTSP Riau Fasilitasi Pembuatan Sertifikat Halal dan HAKI  | Pembukaan Pacu Jalur Rayon I Dipadati Warga, Polres Kuansing Pastikan Kamtibmas Tetap Terjaga | Kuansing Perkuat Kesiapan Tuan Rumah, Apel Gelar Pasukan Digelar Jelang MTQ dan Pacu Jalur | Polres Muara Enim Gelar Turnamen Bulutangkis Kapolres Cup V 2026 Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80 | Kapolres Cup Rokan Hulu 2026 Jadi Ajang Pencarian Talenta Esport Muda Menuju Level Nasional | Perkuat Tata Kelola dan Struktur Bisnis, RUPST PTBA Fokus pada Pertumbuhan Berkelanjutan |

BPS : Kelompok Makanan, Minuman Dan Tembakau Alami Inflasi Saat Ramadan, Namun Deflasi Saat Lebaran
Senin 10 Februari 2025, 19:47 WIB
Teks foto: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan saat ikuti Rakor melalui aplikasi zoom meeting.

SiagaOnline.com, Lamsel – Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia mencatat bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi selama bulan Ramadan, tetapi justru mengalami deflasi setelah Hari Raya Idulfitri atau Lebaran.

Hal itu disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Republik Indonesia, Amelia Adininggar Widyasanti, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual meeting, Senin (10/2/2025).

Rakor itu juga diikuti oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan melalui aplikasi zoom meeting dari Ruang Kabag Perekonomian, Kantor Bupati setempat.

Amelia menyampaikan, kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau saat Ramadan dipicu oleh peningkatan permintaan masyarakat terhadap bahan pangan dan konsumsi rumah tangga yang meningkat.

Amelia menyebut, selama Ramadan masyarakat cenderung meningkatkan belanja bahan makanan dan minuman untuk sahur dan berbuka, sehingga harga-harga mengalami tekanan naik. Namun, setelah Lebaran, harga kembali turun karena permintaan mereda.

“Kalau belajar dari tahun lalu, awal Ramadan terjadi Inflasi sebesar 0,41 persen. Saat Lebaran, pada bulan April tekanan inflasi berkurang,” kata Amelia.

Amelia menjelaskan, inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau selama Ramadan didorong oleh kenaikan harga komoditas seperti daging ayam ras, telur ayam, bawang putih serta beberapa jenis sayuran.

Namun setelah Lebaran, lanjut Amelia, harga-harga tersebut mengalami deflasi, karena pasokan yang kembali stabil dan permintaan yang menurun. Namun, terjadi inflasi pada komponen transportasi.

“Berdasarkan data, untuk daging ayam ras, tahun lalu di bulan Maret 2024 sempat naik dan tekanan berkurang pada April 2024. Telur ayam ras sempat naik 9,4 persen di bulan Maret 2024,” ungkap Amelia.

Melihat tren tahunan tersebut, Amelia mengimbau kepada Pemerintah Daerah agar lebih waspada dan dapat mengantisipasi terjadinya kenaikan inflasi, dengan memastikan stok dan distribusi tetap aman. (Yan/Kmf)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top